Rp4,5 Miliar untuk 91 Sapi? Ruhdi Sahara Bongkar Dugaan “Durian Runtuh” di Balik Bantuan Presiden.

ADMIN
17 Feb 2026 02:51
BERITA 0 426
2 menit membaca

Bener Meriah, SCNews.co.id –17 Februari 2026. Aktivis yang juga mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Gayo dan Alas (HIMAGA), Ruhdi Sahara, kini melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, terkait pengadaan sapi dan kerbau meugang bagi korban banjir dan longsor.

Sebagaimana diketahui, bantuan Presiden RI Prabowo Subianto sebesar Rp4.550.000.000 dialokasikan untuk pengadaan 91 ekor sapi dan kerbau. Dana tersebut disebut telah masuk ke rekening kas daerah.

Namun intervensi mulai muncul setelah beredar informasi dari sumber terpercaya bahwa ternak tersebut dibeli dari Medan, Sumatera Utara. Mengetahui hal tersebut Ruhdi mempertanyakan keputusan pembelian di luar daerah yang dinilainya tidak memberdayakan peternak lokal Bener Meriah.

“Kalau dibeli di luar kabupaten, apalagi di luar Provinsi Aceh, maka uangnya tidak berputar di Bener Meriah. Di mana keberpihakan kepada peternak lokal,apakah di bener meriah sudah tidak ada lagi para peternak.ini jelas keterlaluan?” tegasnya.

Lebih jauh, Ruhdi mengungkap informasi yang ia peroleh terkait harga pembelian sapi di Medan. Disebutkan bahwa setiap ekor sapi dibeli dengan harga sekitar Rp15 juta. Jika dikalikan dengan jumlah 91 ekor, total anggaran yang terpakai diperkirakan hanya sekitar Rp1,365 miliar plus biaya transportasi 1.500 / Ekor sekitar 1.365 juta.

“Artinya, dari total anggaran Rp4,55 miliar, yang terpakai hanya sekitar Rp1,45 miliar. Masih tersisa sekitar Rp3, Miliar. Ini keuntungan fantastis,ini bukan kegitan dalam menjalnakan misi kemabusian,ini lebih pada durian runtuh artinya Bantuan presiden menjadi lahan subur bagi pemerintah bener meriah. ” ujar Ruhdi.

Ia menegaskan, apabila informasi tersebut benar, maka pemerintah daerah wajib memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait rincian penggunaan anggaran. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar tidak muncul kecurigaan dan asumsi liar di tengah masyarakat.

Ruhdi juga menyebut bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, pembelanjaan sapi dan kerbau tersebut dilakukan langsung atas instruksi bupati.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah masih dalam upaya konfirmasi terkait harga pembelian serta mekanisme pengadaan, maupun selisih anggaran yang dipersoalkan demi mendapat keterangan lebih lanjut.

Masyarakat bener meriah kini menanti penjelasan resmi guna memastikan pengelolaan dana bantuan bencana berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

 

Yusra Efendi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *