
Takengon,SCNews.co.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Aceh Tengah himbauan masyarakat tidak perlu panik dan jangan sesekali terpancing atas isu BBM langka, Stock BBM masih aman distribusi BBM ke Aceh Tengah akan selalu hadir setiap hari
Saparuda. IB ketua GmnI Aceh Tengah tegas sampaikan jangan ada mafia-mafia bahan bakar minyak (BBM) yang coba bermain dibalik isu memanasnya Iran dan AS ditambah pernyataan Bahlil Lahadalia yang membuat masyarakat panik ketidak tersediaan BBM di wilayah Aceh Tengah, Perlu diketahui Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah pernah mengalami kekosongan BBM hingga kelumpuhan transfortasi pasca bencana beberapa bulan lalu artinya masyarakat memiliki trauma yang mendalam tas ketidaktersediaan BBM tersebut
kelangkaan dan mahalnya BBM di Aceh Tengah hari ini perlu dipertanyakan pasalnya stock minyak terbilang masih aman diperkuat pernyataan Pertamina melalui konferensi pers di jakarta pusat : bahwa Indonesia aman dalam ketersediaan BBM sampai idul Fitri dan Pertamina sudah menyiapkan before terjadinya perang Iran dan AS
“Ketika kami (GmnI) melakukan pengamatan dan penelitian terhadap masyarakat yang mengantri minyak dibeberapa titik SPBU di Aceh tengah dan bener meriah masyarakat mengeluh karena harus antri sampai 2 Km lebih demi mendapatkan BBM tersebut, pasalnya tidak ada yang berani jamin masyarakat yang antri akan mendapatkan minyak karena kami menduga keadaan ijinsudah di manfaatkan oleh mafia mafia minyak demi keuntungan pribadi tegas Saparuda Ketua GmnI Aceh Tengah
Saparuda. IB menambahkan hal ini terbukti 5 Maret 2026 hanya menjelang 1 hari harga BBM tiba tiba naik drastis di tempat eceran 20.000 sampai 25.000 ribu perliter bahkan ada yang pasok harga 30.000 ribu perliter ini tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat ekonomi Aceh Tengah dan bener meriah masih dalah tahap pemulihan.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Bener Meriah Tagore Abu Bakar harus segera bentuk tim untuk penangan BBM sampai menjelang Idul Fitri serta membuat surat edaran ke seluruh camat dan keseluruhan desa demi menyakinkan masyarakat agar tidak panik dalam ketersediaan BBM tandas Saparuda. IB
Dengan Demikian Gmni juga menyampaikan dan mendesak DPRK Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah supaya mengevaluasi kinerja Pertamina supaya kedepannya rakyat tidak lagi menjerit kesusahan dan ketangisan” pungkas Bung Saparuda.
Ril
Tidak ada komentar