Afdal Gifari:Pin Emas Adalah Beban, Bukan Kebanggaan

ADMIN
1 Sep 2025 06:31
POLITIK SOCIAL 0 651
2 menit membaca

Takengon, SCNews.co.id – Setelah sebelumnya mahasiswa menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa di halaman Mapolres, dan melanjutkan longmarch ke gedung DPRK Aceh Tengah,dalam orasi aktivis sorotan tajam diarahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah yang dianggap lebih sibuk mengedepankan simbol kebanggaan daripada kebutuhan nyata masyarakat.

Ketua HMI Aceh Tengah–Bener Meriah, Afdal Gifari, dalam orasinya di depan gedung DPRK Aceh Tengah menegaskan bahwa kebijakan pemberian pin emas 10 gram bagi anggota dewan justru menjadi beban moral dan ekonomi bagi rakyat.

 

“Di tengah defisit anggaran dan banyaknya persoalan masyarakat, DPRK masih sempat-sempatnya memikirkan pin emas di dada mereka. Ini sungguh ironi. Pin emas itu bukan kebanggaan, melainkan beban bagi rakyat,” tegas Afdal.

 

Pin emas tersebut memang bukan sekadar aksesoris. Dengan total 30 anggota dewan, nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp540 juta. Angka fantastis ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah kondisi masyarakat yang masih berjibaku dengan persoalan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa yang jauh dari kata layak.

 

“Dana sebesar itu bisa dipakai untuk beasiswa anak miskin, membeli obat-obatan di puskesmas, atau memperbaiki jalan rusak di kampung-kampung. Tapi yang terjadi, rakyat hanya bisa melihat simbol kemewahan di dada para wakilnya,” tambah Afdal dengan nada kecewa.

 

Kritik keras ini semakin mempertegas jurang antara rakyat dan wakilnya. Masyarakat menanti kehadiran kebijakan yang pro-rakyat, namun yang muncul justru keputusan elitis yang beraroma gengsi pribadi.

 

Kini, pertanyaan yang menggantung di benak publik Aceh Tengah: apakah DPRK masih menjadi corong suara rakyat, atau sekadar sibuk menghiasi diri dengan simbol-simbol kebesaran?

 

 

Redaksi

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *