Terisolir 12 Hari, Warga Rusip Bertahan Hidup dengan Kacang Rebus Sebagai Pengganti Nasi

ADMIN
7 Des 2025 13:30
PERISTIWA 0 68
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. -7 Desember 2025, Kecamatan Rusip memasuki hari ke-12 pascabencana dengan kondisi yang kian memprihatinkan. Tanpa akses jalan dan tanpa bantuan yang memadai, sebagian warga kini terpaksa mengonsumsi kacang tanah rebus sebagai pengganti nasi sekadar untuk menahan lapar.

“Mereka memilih tetap tinggal di rumah karena bangunannya tidak rusak. Awalnya masih punya beras, tapi setelah 12 hari terisolasi, semuanya habis,” ujar Rahmat, salah satu relawan yang ikut turun ke lapangan.

Jalur utama yang terputus membuat setiap bantuan tertahan. Tidak ada kendaraan yang mampu menembus desa tersebut, sementara warga tak mungkin keluar mencari pasokan pangan. Kondisi itu memaksa mereka memakan apa pun yang masih ada.

Melihat situasi yang menyayat hati itu, relawan segera memberikan kotak makanan siap saji yang mereka bawa dalam ransel.

“Kami hanya membawa beberapa kotak, tapi setidaknya bisa membantu mereka makan dengan layak hari ini,” ungkap Rahmat.

Temuan ini menegaskan bahwa krisis pangan di wilayah terisolir Rusip jauh lebih serius dari yang diperkirakan. Jika satu keluarga harus bertahan hidup dengan kacang tanah, dapat dipastikan masih banyak warga lain yang mengalami kondisi serupa atau bahkan lebih buruk.

Relawan mendesak adanya percepatan distribusi logistik dan penanganan akses, agar warga tidak lagi terjebak dalam kelaparan di tengah desa mereka sendiri.

 

Redaksi

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *