
Aceh Tengah,SCNews.co.id. — Di tengah kondisi masyarakat yang masih berada dalam fase kerentanan pascabencana, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah menyalurkan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah kepada warga terdampak di empat kecamatan, dengan dukungan personel Kodim 0106/Aceh Tengah.
Bantuan disalurkan melalui lima posko layanan, yakni dua posko di Kecamatan Kebayakan, serta masing-masing satu posko di Kecamatan Bies, Bebesen, dan Nosar. Proses distribusi dilakukan secara terstruktur, terukur, dan akuntabel, sebagai bagian dari upaya respons darurat yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Di posko-posko tersebut, masyarakat menyampaikan harapan besar agar penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan logistik semata, tetapi diikuti dengan percepatan penanganan infrastruktur, pemulihan akses layanan publik, serta kepastian kebijakan yang berkelanjutan. Harapan ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan intervensi pemerintah yang lebih sistematis dan responsif.
Sinergi antara HMI, GMNI, Kodim 0106, dan Pemerintah Daerah menjadi simbol solidaritas sosial sekaligus penegasan bahwa pemulihan Aceh Tengah memerlukan kerja kolektif lintas sektor. Masyarakat berharap, dari posko-posko sederhana ini, lahir langkah konkret yang mampu mempercepat pemulihan dan mengembalikan kehidupan sosial secara bermartabat.
Redaksi
Tidak ada komentar