
Bener Meriah,SCNews.co.id. –18 Desember 2025. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pukes Bener Meriah meminta Pemerintah Pusat segera mengambil langkah kebijakan darurat nasional untuk menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah.

“Kesulitan masyarakat sangat nyata. Distribusi sembako terhambat, BBM tidak tersedia, listrik hanya menyala di sebagian kecil wilayah, serta air bersih sulit diperoleh. Dalam kondisi ini, pemerintah daerah dengan keterbatasan sumber daya jelas mengalami kesulitan menangani situasi tanggap darurat,” ujar Suwandris Zetha, Kamis (12/12).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mengganggu pelayanan pemerintahan, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai keterlibatan penuh Pemerintah Pusat menjadi sangat mendesak.
LSM Pukes Bener Meriah secara khusus memohon kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto agar menetapkan kebijakan darurat nasional serta membentuk lembaga ad-hoc khusus, serupa Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR), untuk mempercepat proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
“Pembentukan lembaga khusus sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terkoordinasi, terukur, dan berkelanjutan hingga kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan kembali normal dan stabil,” tegasnya.
Suwandris Zetha juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah memperpanjang masa Tanggap Darurat tahap kedua, mengingat banyak wilayah masih terisolasi dan kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi.
“Gas elpiji 3 kilogram belum tersedia, BBM kosong, air bersih terbatas, dan listrik baru menyala di sebagian kecil wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi darurat masih berlangsung dan membutuhkan intervensi lebih besar,” pungkasnya.
Redaksi
Tidak ada komentar