Aceh Terluka Kembali, Aktivis Mahasiswa Kirim Pesan Kemanusiaan untuk Jusuf Kalla

ADMIN
19 Des 2025 02:47
BERITA 0 333
2 menit membaca

 

Kondisi ini disorot oleh Ketua Umum HMI Cabang Takengon–Bener Meriah, Afdhalal Gifari, yang menyampaikan pesan terbuka kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, sosok yang dikenal luas sebagai arsitek perdamaian Aceh.

“Aceh hari ini kembali menderita. Negara terasa jauh ketika rakyat kehilangan akses hidup paling dasar,” ujar Afdhalal dalam pernyataan tertulisnya, Jum’at 19 Desember 2025.

Ia mengingatkan kembali peran penting Jusuf Kalla dalam proses perdamaian Aceh tahun 2005, yang menurutnya lahir dari keberanian moral dan kesadaran kemanusiaan untuk menghentikan penderitaan rakyat.

“Damai kala itu bukan sekadar menghentikan senjata, tetapi mengembalikan martabat hidup manusia,” katanya.

Namun, Afdhalal menilai bahwa nilai-nilai perdamaian kini kembali diuji. Menurutnya, perdamaian tidak boleh dimaknai semata sebagai ketiadaan konflik, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran negara saat rakyat menghadapi bencana.

“Aceh telah memilih jalan damai dan setia menjaganya. Kesetiaan itu seharusnya dibalas dengan keadilan dan respons kemanusiaan yang cepat,” tegasnya.

Dari dataran tinggi Gayo, Afdhalal menyampaikan harapan agar Jusuf Kalla kembali menggunakan pengaruh moral dan kemanusiaannya untuk mendorong perhatian serius terhadap kondisi Aceh saat ini.

“Menyelamatkan rakyat Aceh hari ini adalah cara paling jujur untuk menjaga perdamaian kemarin,” pungkasnya.

Pesan ini mencerminkan kegelisahan masyarakat sipil Aceh yang berharap negara tidak abai, serta mengingatkan bahwa perdamaian sejati hanya dapat bertahan jika disertai kehadiran dan kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *