GMNI Aceh Tengah Beri Nilai A+ untuk PU Aceh, Apresiasi Keseriusan Buka Akses Wilayah Terisolir Pasca Bencana.

ADMIN
7 Jan 2026 06:20
BERITA 0 234
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id. — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Tengah melalui Ketua Saparuda IB memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

“Memang harus kami akui, dalam beberapa minggu awal dinas PU Aceh terkesan abai dan sedikit terlambat merespons kondisi wilayah tengah yang terdampak,” ujar Saparuda,Rabu 7/1/2026.

Namun demikian, ia menilai keterlambatan tersebut masih dapat dimaklumi. Menurutnya, saat itu hampir seluruh akses menuju Aceh Tengah lumpuh total, baik melalui jalur KKA maupun jalur Bireuen–Takengon, sehingga mobilisasi alat berat milik provinsi menjadi sangat terbatas.

“Dengan kondisi akses yang benar-benar tertutup, alasan dan permintaan maaf dari PU Aceh kami nilai masuk akal dan dapat diterima,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Saparuda, keseriusan PU Aceh mulai terlihat nyata. Sedikitnya empat unit alat berat telah dikerahkan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR untuk mempercepat pembukaan jalan dan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolir.

“Ini adalah bukti nyata keseriusan PU Aceh sekaligus bentuk tanggung jawab atas keterlambatan sebelumnya. Alat berat kini difokuskan untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor dan mengalami amblas,” tegasnya.

Meski demikian, tantangan ke depan masih besar. Saparuda menyebut sedikitnya 85 titik jalan longsor dan amblas di Aceh Tengah masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah.

“Harapan kami, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, persoalan ini dapat dituntaskan agar masyarakat kembali memiliki akses jalan yang layak dan aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Vijas Visara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah, menyampaikan optimismenya terhadap penambahan armada alat berat dari PU Provinsi Aceh.

Ia berharap langkah tersebut mampu mempercepat proses normalisasi akses jalan, khususnya menuju desa-desa yang hingga kini masih terisolir.

“Masih ada tiga desa yang terputus aksesnya akibat ruas jalan Bintang–Simpang Kraf yang tertimbun longsor dan mengalami amblas. Dengan tambahan alat berat ini, kami optimis akses tersebut segera terbuka,” ujarnya.

Redaksi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *