
Takengon, SCNews.co.id — Selasa, 10 Februari 2026 — Muhammad Abizar, balita berusia 2,5 tahun asal Desa Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kini tengah berjuang melawan penyakit jantung bawaan serius yang dideritanya sejak lahir. Kondisi tersebut membuat Abizar harus menjalani perawatan intensif dan membutuhkan perhatian serta dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah.
Abizar didiagnosis menderita atresia trikuspid, yaitu kelainan jantung bawaan di mana katup trikuspid tidak terbentuk atau tidak berfungsi dengan baik. Penyakit ini menyebabkan aliran darah dalam jantung tidak normal dan memerlukan penanganan medis jangka panjang, bahkan berpotensi membutuhkan tindakan operasi lanjutan.
Ayah Abizar, Saiful Amri (40), mengungkapkan bahwa anaknya telah lama menjalani perawatan dan beberapa kali dirujuk ke rumah sakit di Medan. Namun, sebagian besar biaya pengobatan selama ini bergantung pada donasi masyarakat serta bantuan terbatas dari pemerintah daerah.
“Anak kami sudah lama sakit dan masih dalam proses perawatan. Kami pernah mendapat bantuan dari Baitul Mal Aceh Tengah sebesar Rp5 juta, dan selebihnya banyak dibantu donasi masyarakat. Kami sangat berharap kesembuhan untuk anak kami, dan berharap ada perhatian serta bantuan dari pemerintah,” ujar Saiful dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini, kedua orang tua Abizar hidup dalam kekhawatiran setiap hari menghadapi kondisi kesehatan sang anak yang belum stabil. Sebagai pekerja lepas, Saiful mengaku penghasilannya tidak mencukupi untuk menanggung biaya pengobatan yang terus berjalan.
Dengan keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarga, mereka berharap adanya perhatian lebih serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk membantu proses pengobatan Abizar, sehingga balita tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan perawatan yang layak dan harapan hidup yang lebih baik.
Kisah Muhammad Abizar menjadi pengingat bahwa masih banyak keluarga di daerah yang berjuang menghadapi penyakit berat dengan keterbatasan ekonomi. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberi harapan baru bagi masa depan
(IKO)
Tidak ada komentar