Harga Dirahasiakan, Bobot Disorot: Ruhdi Sahara Desak Audit Pengadaan 165 Sapi Meugang Di Bener Meriah.

ADMIN
19 Feb 2026 13:25
BERITA 0 298
2 menit membaca

Takengon, SCNews.co.id — Polemik pengadaan sapi meugang tahun 2026 di Kabupaten Bener Meriah kian menjadi perbincangan publik. Isu transparansi anggaran dan kualitas sapi yang dibagikan memicu sorotan tajam terhadap Dinas Pertanian setempat.

Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah, Uswatun Hasanah, memberikan klarifikasi resmi saat dikonfirmasi awak media pada Kamis, 19 Februari 2026, di ruang kerjanya.

Dalam penjelasannya, Uswatun menyebutkan bahwa sebanyak 165 ekor sapi telah disalurkan ke 109 desa di wilayah Bener Meriah. Ia menegaskan bahwa proses pengadaan dilakukan secara swakelola oleh dinas dan telah mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Kegiatan ini dikelola langsung oleh dinas dan sudah mengikuti aturan yang ada,” ujarnya.

Namun, ketika dimintai rincian harga pembelian per ekor, Uswatun belum dapat memberikan data detail. Ia hanya menyampaikan bahwa harga sapi berada di atas Rp15 juta per ekor, tanpa merinci batas harga tertinggi maupun total anggaran yang telah digunakan.

Keterangan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Aktivis sekaligus mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Gayo Alas, Ruhdi Sahara, yang turut mengikuti konfirmasi, menilai keterbukaan informasi masih belum maksimal.

Menurut Ruhdi, berdasarkan dokumentasi yang beredar serta laporan dari sejumlah desa penerima, bobot sapi yang dibagikan diperkirakan hanya menghasilkan berat bersih daging sekitar 100 hingga 120 kilogram per ekor.

“Jika harga disebut mulai dari Rp15 juta tanpa menyebutkan angka tertinggi secara jelas, sementara bobot bersih daging di beberapa desa hanya berkisar 100–120 kilogram, tentu ini menimbulkan pertanyaan serius. Saya menduga kuat ada indikasi mark up dalam pengadaan bantuan sapi ini,” tegas Ruhdi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit terhadap proses pengadaan tersebut. Langkah itu, menurutnya, penting guna menjaga stabilitas kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, khususnya Dinas Pertanian.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pertanian Bener Meriah belum merilis rincian resmi terkait total anggaran yang digunakan, spesifikasi teknis sapi yang dibeli, maupun dokumen pendukung pengadaan.

Publik kini menunggu transparansi menyeluruh agar polemik pengadaan sapi meugang tidak terus berkembang menjadi krisis kepercayaan di tengah masyarakat.

 

Yusra Efendi

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *