Aceh Berduka,Aceh Tersakiti Dan Kini Aceh Marah.

ADMIN
19 Des 2025 03:03
PERISTIWA 0 365
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id – Gelombang kekecewaan masyarakat Aceh terhadap pemerintah pusat kian memuncak.sebuah vidio viral di flatfom media masa yang menunjukkan bahwa telah terjadi aksi demo di salah satu kabupaten di Provinsi Aceh dimana secara terbuka mendesak Presiden Republik Indonesia agar segera menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional, menyusul lambannya penanganan bencana yang dinilai tidak serius dan minim empati.

“Kami tidak bicara soal politik semata, ini soal nyawa dan masa depan rakyat Aceh,” teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar luas itu, terdengar pernyataan kontroversial dari orator aksi yang menyebut,

“Mualem tidak pantas menjadi Gubernur Aceh, karena Mualem lebih pantas menjadi Presiden Negara Nanggroe Aceh Darussalam!”

Pernyataan tersebut sontak memantik reaksi beragam. Namun banyak pihak menilai, teriakan itu bukan sekadar seruan emosional, melainkan alarm keras atas rasa frustrasi mendalam masyarakat Aceh akibat berlarut-larutnya penanganan bencana dan kebijakan pusat yang dianggap abai terhadap penderitaan rakyat.

Para pendemo menegaskan bahwa tuntutan mereka bermula dari persoalan kemanusiaan. Penolakan pemerintah pusat untuk menetapkan Aceh sebagai bencana nasional dinilai berdampak langsung pada lambannya bantuan, terbatasnya sumber daya, dan minimnya perhatian negara terhadap korban bencana.

Aktivis Sekaligus Politisi Muda Aceh Julian Binasco mengingatkan, jika suara rakyat terus diabaikan, maka retorika pemisahan diri akan semakin sering muncul di ruang publik, bukan karena keinginan memecah bangsa, tetapi sebagai bentuk protes paling ekstrem dari masyarakat yang merasa tidak didengar oleh negara.

“Presiden harus membaca situasi ini dengan jernih. Menetapkan Aceh sebagai bencana nasional bukan soal gengsi politik, tapi soal tanggung jawab negara terhadap rakyatnya,” ujar Julian Binasco.

Kini sorotan tertuju ke Istana. Publik Aceh menunggu sikap tegas Presiden: hadir dan berpihak kepada korban bencana, atau membiarkan ketidakpuasan ini terus membesar menjadi krisis kepercayaan yang lebih dalam.

 

Redaksi

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *