Aliansi Perempuan Gayo Bukan Milik Individu atau Satu Kelompok

ADMIN
25 Jan 2026 13:50
BERITA 0 614
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id   — 25 Januari 2026.Koordinator Aliansi Perempuan Gayo (APG), Raodah, menegaskan bahwa Aliansi Perempuan Gayo bukan milik individu maupun kelompok tertentu. APG merupakan konsorsium gerakan perempuan yang dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya di wilayah Aceh Tengah.

“Sejak awal, APG tidak dirancang sebagai organisasi tunggal, apalagi berhierarki. Tidak ada jabatan Ketua dalam Aliansi Perempuan Gayo. Yang ada hanyalah koordinator, karena kami adalah konsorsium pergerakan, dan juga APG terafiluasi langsung dengan Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), tegas Raodah.

Dalam Pembentukan APG, tanggal 20 September 2025, dihadiri beberapa koordinator AMG, dari beberapa orang yang hadir turut serta juga saudara Gilang Ken Tawar dan Sinar Harapan, tambah Raodah

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada legalitas apa pun yang menetapkan seseorang sebagai Ketua Aliansi Perempuan Gayo. Oleh karena itu, setiap pihak yang mengklaim diri sebagai Ketua APG dinilai tidak sah dan ilegal, serta bertentangan dengan kesepakatan awal pembentukan aliansi.

Terkait keterlibatan APG dalam aksi sebelumnya terkait audiensi pada isu Koperasi Mekar, Raodah menjelaskan bahwa kehadiran Aliansi Perempuan Gayo merupakan hasil konsolidasi pra-aksi. Rekomendasi keterlibatan APG disampaikan oleh salah satu pencetus aliansi, Gilang Ken Tawar, mengingat hampir 99 persen massa aksi adalah perempuan, sehingga keterlibatan APG dinilai relevan secara moral dan substansi perjuangan.

“Ke depan, apabila ada pihak yang mengatasnamakan Aliansi Perempuan Gayo dalam suatu pergerakan tanpa melalui koordinasi, maka itu adalah klaim sepihak dan bukan bagian dari kami,” ujar Raodah.

Namun demikian, Raodah menegaskan bahwa APG tidak memonopoli perjuangan perempuan. Siapa pun dipersilakan bergerak mengatasnamakan Aliansi Perempuan Gayo, selama menggunakan kapasitas sebagai koordinator, bukan ketua, serta berjenis kelamin perempuan, agar esensi perjuangan tetap berpihak pada kemerdekaan dan keadilan bagi perempuan Gayo.

“Aliansi Perempuan Gayo adalah ruang perjuangan, bukan alat legitimasi personal. Jika arah perjuangan menyimpang dari nilai keadilan dan keberpihakan pada perempuan, maka itu bukan APG,” tutup Raodah.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *