
TAKENGON,SCNews.co.id –28 Februari 2026.Gelombang protes dari warga Dusun Beringin Jaya, Kampung Gunung Bahgie, Kecamatan Kebayakan, semakin mengarah pada tuntutan serius.
Lambannya respons pemerintah kampung terhadap tuntutan evaluasi data bantuan serta desakan pemberhentian kepala dusun membuat warga, khususnya kaum ibu (mamak-mamak), kini semakin mantap dalam mematangkan rencana aksi ke Kantor Camat Kebayakan dalam waktu dekat.
Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan data bantuan korban bencana yang dinilai tidak tepat sasaran. Selain itu, warga juga mendesak agar Kepala Dusun Beringin Jaya segera diberhentikan.
Perwakilan masyarakat, Said Abdullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menempuh jalur musyawarah dengan Reje (Kepala Desa) Gunung Bahgie. Namun hingga kini, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan yang jelas.
“Kami sudah mencoba bermusyawarah, tapi sampai hari ini belum ada titik terang. Sementara di lapangan sudah mulai terjadi keributan di tengah masyarakat,ketika hari ini para kaum ibu telah sepakat menempuh jalur lain maka kami selaku bapak bapak atau kepala rumah tangga tidak memiliki alasan lagi untuk tidak mendukung dan akan membersamai aksi yang akan datang ” ujar Said.
Dalam rencana aksi tersebut, warga menyampaikan dua poin tuntutan utama:
* Mendesak Camat Kebayakan untuk segera memberhentikan Kepala Dusun Beringin Jaya sesuai dengan surat pernyataan masyarakat yang telah ditandatangani oleh 38 kepala Keluaraga.
*Mendesak Reje Gunung Bahgie untuk menghentikan bantuan kepada masyarakat yang dinilai tidak layak menerima bantuan korban bencana.
Menurut warga, polemik ini telah memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri pascabencana. Mereka khawatir, jika persoalan ini terus berlarut tanpa penyelesaian tegas dari pemerintah, situasi bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan lain dan rentan akan memicu keributan di tengah masyarakat setempat
Warga menegaskan, aksi ke Kantor Camat Kebayakan akan tetap digelar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons. Mereka menilai, langkah tersebut merupakan upaya terakhir demi menjaga keadilan dan ketertiban di tengah masyarakat terdampak.
Yusra Efendi
Tidak ada komentar