
Aceh Tengah,SCNews.co.id. -17 Desember 2025. Bencana alam yang meluluhlantakkan wilayah tempat warga dilahirkan dan dibesarkan meninggalkan luka mendalam. Bukan hanya rumah yang hancur, tetapi juga sendi-sendi kehidupan masyarakat yang kini bergantung pada bantuan pemerintah.

“Ini bukan soal iri atau ingin merebut hak saudara kami yang terdampak langsung. Tapi kenyataannya, kami yang terdampak harus menerima beras bantuan ala kadarnya,” ujar Said Muslim.

Ia menggambarkan kondisi memilukan saat beras bantuan menjadi barang yang sangat berharga. Setiap butir diperlakukan layaknya permata. Nasi dimakan secukupnya dan diupayakan tidak tersisa, karena tidak ada kepastian bantuan berikutnya akan datang.
“Setiap kali makan, kami berdoa lebih dulu. Bukan hanya bersyukur, tapi berharap agar kelaparan tidak lebih dulu merenggut nyawa kami,” tuturnya.
Said Muslim menekankan bahwa bantuan seharusnya hadir sebagai wujud nyata kepedulian negara, bukan sekadar formalitas administratif. Ia berharap ada solusi percepatan pemulihan pascabencana agar masyarakat tidak terus berada dalam posisi bergantung dan tertekan.
“Kami ingin bangkit dengan bermartabat. Jangan biarkan tangan-tangan bersih selalu berada di bawah telapak tangan kantor,” tegasnya.
Di tengah segala keterbatasan, Said Muslim mengajak sesama korban bencana untuk tetap menjaga kesehatan dan saling menguatkan.
“Sehat-sehat terus saudara-saudaraku. Tetap jaga kondisi badan di tengah keterbatasan. Hasbunallah wa ni‘mal wakiil,” pungkasnya.
Redaksi
Tidak ada komentar