Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Cair, Harapan Masyarakat Bangkit Kembali Pasca Bencana di Tiga Provinsi Sumatera

ADMIN
13 Feb 2026 04:37
PEMERINTAH 0 59
3 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id. – Penyerahan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang akibat bencana alam di wilayah Sumatera dilaksanakan secara daring dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Bantuan ini diperuntukkan bagi tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencakup 24 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi.

Di Kabupaten Aceh Tengah, kegiatan dipusatkan di Lapangan Setdakab Aceh Tengah (13/02/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Brigjen Ismed perwakilan BPNB Pusat, unsur Forkopimda Aceh Tengah, para kepala SKPK, serta masyarakat penerima bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang.

Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat terdampak yang tetap sabar dan tegar menghadapi cobaan berat akibat bencana.

Ia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni pemerintah harus segera mengembalikan kehidupan masyarakat menjadi normal kembali. Namun lebih dari itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sekadar membangun kembali, melainkan membangun dengan lebih baik dan lebih tangguh.

“Setiap ujian membuat kita semakin kuat dan tangguh. Ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua, baik di masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat”, ujar Pratikno.

Ia juga menjelaskan bahwa pasca siklon yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Indonesia turut menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi di banyak wilayah. Oleh karena itu, Presiden telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk tiga provinsi tersebut, dengan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Tim Pelaksana serta melibatkan unsur TNI, BNPB, dan kementerian/lembaga terkait.

Melalui BNPB, pemerintah memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang. Total rumah rusak ringan di tiga provinsi mencapai 9.884 unit, sedangkan rumah rusak sedang sebanyak 7.389 kepala keluarga.

Skema bantuan yang diberikan yaitu Rp.15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp. 30 juta untuk rumah rusak sedang. Dari sisi alokasi anggaran, Provinsi Aceh menerima sekitar Rp. 341,5 miliar, Sumatera Utara sekitar Rp. 10,8 miliar, dan Sumatera Barat hampir Rp. 17,5 miliar.

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bentuk dukungan lain, seperti dana tunggu hunian dari BNPB, santunan ahli waris dari Kementerian Sosial, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta pemulihan fasilitas layanan dasar seperti rumah sakit dan sekolah. Upaya pemulihan sumber penghidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian, perkebunan, tambak, dan UMKM, juga terus dilakukan.

Menko PMK menutup sambutannya dengan harapan agar masyarakat tetap sabar dan terus mendukung proses pemulihan. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing dan menjalani kehidupan normal.

“Harapan Bapak Presiden bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih tangguh. Semoga Indonesia semakin kokoh dalam menghadapi setiap ujian”, pungkasnya.

 

Rill

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *