“Berbagi Suapan Nasi, Menangis di Dalam Hati”

ADMIN
12 Des 2025 14:18
PERISTIWA 0 251
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. -Aceh Tengah kembali menyimpan kisah pilu yang tak terlihat oleh banyak mata,di sebuah rumah kecil yang nyaris runtuh akibat bencana, sepasang orang tua duduk berhadapan dengan kenyataan paling menyakitkan bagi sebuah keluarga mereka harus berbagi suapan nasi yang jumlahnya tak seberapa untuk bisa bertahan hidup.

“Ine… lapar…” suara lembut sang anak membuat hati sang ibu hancur. Ia tersenyum paksa sambil membagi suapan nasi yang bahkan tidak cukup untuk satu mulut. “Ini cukup ya, Nak,” ucapnya lirih, padahal ia sendiri belum makan apa pun sejak pagi.

Di sudut ruangan, sang ayah menunduk. Air matanya jatuh satu per satu saat melihat anaknya menangis hanya demi suapan nasi yang tak mampu ia sediakan lebih banyak. Ada rasa gagal yang menghimpit dadanya, rasa yang semakin berat setiap kali ia melihat piring kosong di hadapannya.

Kisah keluarga ini hanyalah satu potret kecil dari banyaknya penderitaan di Aceh Tengah. Krisis pangan membuat banyak anak tidur dengan perut kosong, banyak ibu memaksakan diri tersenyum meski tak ada lagi suapan nasi tersisa, dan banyak ayah yang menahan tangis diam-diam karena tak mampu memberi makan keluarganya.

Mereka tidak meminta banyak. Hanya ingin ada suapan nasi untuk besok. Hanya ingin anak-anak mereka tidak harus berbagi butir nasi yang seharusnya cukup untuk satu orang.

Semoga pemerintah tidak menutup mata. Di balik setiap laporan bencana, ada keluarga yang sedang bertahan dengan satu atau dua suapan nasi sehari. Ada anak-anak yang hanya berharap perut mereka tidak terus menangis.

 

(Yusra Efendi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *