
Takengon,SCNews.co.id. — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tancap gas mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor. Targetnya jelas: seluruh huntara harus siap dihuni sebelum bulan suci Ramadan, agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan bermartabat.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, saat meninjau progres pembangunan huntara di Pasar Ketol, Lapangan Rejewali, Kampung Kute Gelime, yang saat ini menjadi lokasi pengungsian warga Kampung Serempah, Rabu (07/01/2026).
Di hadapan warga dan tim percepatan BNPB, Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh pemerintah pusat dalam penanganan bencana di Aceh Tengah.
“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kepala BNPB, dan seluruh kementerian terkait. Kehadiran tim percepatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat kami yang terdampak bencana,” ujar Haili Yoga.

Menurut Bupati, contoh unit huntara yang dibangun saat ini telah mencapai hampir 90 persen, dan seluruh proses konstruksi ditargetkan rampung sebelum Ramadan tiba.
“Ini harus selesai sebelum Ramadan. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan hunian sementara ini benar-benar layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” tegasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab BNPB Provinsi Aceh, Rudi Supriyadi, menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara dilakukan melalui koordinasi intensif antara BNPB, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, serta unsur teknis lainnya.
“Seluruh tahapan sudah kami persiapkan secara terkoordinasi. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bagian dari komitmen negara untuk memastikan masyarakat terdampak segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” jelas Rudi.
Ia juga menyebutkan bahwa bencana yang terjadi di penghujung tahun 2025 menjadi ujian berat bagi masyarakat Aceh Tengah, namun memasuki tahun 2026, penanganan dipastikan berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Insyaallah sebelum Ramadan, Bapak, Ibu, dan anak-anak sudah bisa menempati huntara ini. Selanjutnya, proses akan berlanjut ke pembangunan hunian tetap,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada hunian, Bupati Haili Yoga juga memastikan ketersediaan kebutuhan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat terdampak menjelang Ramadan.
“Saudaraku semua tidak perlu khawatir. Kebutuhan pangan sudah kami siapkan. Pemerintah pusat dan daerah terus bergandengan tangan. Hari ini kita buktikan, negara benar-benar hadir,” ungkapnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 9 kampung di 2 kecamatan akan direlokasi dan dibangunkan hunian sementara, dengan total 781 unit huntara. Rinciannya, 6 kampung berada di Kecamatan Linge dan 3 kampung di Kecamatan Ketol.
Percepatan pembangunan huntara ini diharapkan menjadi titik balik pemulihan pascabencana, sekaligus wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan masyarakat Aceh Tengah.
Rill
Tidak ada komentar