
Takengon,SCNews.co.id. -11 November 2025, Setelah terbitnya inpres Nomor 09 Tahun 2025 untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ( KDKMP ) yang merupakan salah satu program unggulan presiden republik Indonesia Prabowo Subianto untuk seluruh Indonesia tanpa terkecuali Aceh Tengah yang hari ini telah masuk tahapan tahapan pembangunan gedung koperasi dan pemenuhan syarat pengajuan pinjaman melalui Bank Himbara.
Aceh tengah yang terdiri dari 295 desa telah melakukan previkasi menggunakan akun simkopdes yang di bentuk oleh kementerian koperasi,langkah ini bertujuan untuk segera mengoperasikan setiap gerai KDKMP setiap desa yang tersebar di seluruh Aceh Tengah.
Kopdes hari ini tidak hanya sendiri tanpa arah namun telah memiliki dua pendamping sekaligus untuk mengarahkan dan melakukan monitoring rutinan agar setiap koperasi desa aktif dan dapat berfungsi dengan baik.
Business Assistan ( BA ) yang terdiri dari 29 orang telah di tetapkan berdasarkan seleksi terbuka oleh kementerian koperasi sudah melakukan berbagai kegiatan dampingan untuk koperasi desa merah putih guna percepatan pengoperasian gerai kdmp di setiap desa seluruh Aceh Tengah.
Dari 29 orang terbagi 14 kecamatan dan desa di 295 KDMP setiap desa di kabupaten Aceh Tengah,masing masing dari Business Assistan mendampingi desa binaan KDMP sebanyak 10 desa,ada juga yang 12 desa per orangnya. Langkah ini bersumber dari Kemenkop RI melalui dinas koperasi masing masing kabupaten kota provinsi Aceh dalam upaya kopdes dapat segera berjalan melalui dampingan BA.
Selain itu, Business Assistan telah di bekali latihan penguatan pemahaman pengoperasian KDMP selama lima hari, tentu dengan kegiatan pelatihan tersebut para pendamping di harapkan dapat memberikan penjelasan dan tata cara koperasi desa untuk memfungsikan dan mengaktifkan koperasi tersebut.
Sejauh ini Business Assistan telah mendaftarkan KDKMP masing masing binaan melalui akun simkopdes dan pemenuhan data data yang diperlukan seperti NIB,NPWP,Buku Rekening,Pamflet dan struktur organisasi juga pendataan pembangunan gedung koperasi,serta penambahan anggota yang wajib membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Bukan hanya itu sebagian KDMP dibawah binaan Pendamping (BA) telah membuat proposal bisnis sesuai dengan permintaan dan potensi desa diwilayahnya.
Salah satu Business Assistan Edi Syahputra Linge mengatakan pendampingan ini tidak terlepas dari program presiden Prabowo Subianto untuk segera membentuk Koperasi Desa Merah Putih seluruh Indonesia tanpa terkecuali Aceh Tengah sendiri.
” Ini merupakan program bapak presiden kita yang tertuang dalam Inpres nomor 09 tahun 2025 untuk pembentukan KDMP dan segera difungsikan,saya berharap kopdes ini untuk Aceh Tengah sebelum akhir tahun sudah melakukan pinjaman ke Himbara.” tutupnya

Takengon,SCNews.co.id. -11 November 2025, Setelah terbitnya inpres Nomor 09 Tahun 2025 untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ( KDKMP ) yang merupakan salah satu program unggulan presiden republik Indonesia Prabowo Subianto untuk seluruh Indonesia tanpa terkecuali Aceh Tengah yang hari ini telah masuk tahapan tahapan pembangunan gedung koperasi dan pemenuhan syarat pengajuan pinjaman melalui Bank Himbara.
Aceh tengah yang terdiri dari 295 desa telah melakukan previkasi menggunakan akun simkopdes yang di bentuk oleh kementerian koperasi,langkah ini bertujuan untuk segera mengoperasikan setiap gerai KDKMP setiap desa yang tersebar di seluruh Aceh Tengah.
Kopdes hari ini tidak hanya sendiri tanpa arah namun telah memiliki dua pendamping sekaligus untuk mengarahkan dan melakukan monitoring rutinan agar setiap koperasi desa aktif dan dapat berfungsi dengan baik.
Business Assistan ( BA ) yang terdiri dari 29 orang telah di tetapkan berdasarkan seleksi terbuka oleh kementerian koperasi sudah melakukan berbagai kegiatan dampingan untuk koperasi desa merah putih guna percepatan pengoperasian gerai kdmp di setiap desa seluruh Aceh Tengah.
Dari 29 orang terbagi 14 kecamatan dan desa di 295 KDMP setiap desa di kabupaten Aceh Tengah,masing masing dari Business Assistan mendampingi desa binaan KDMP sebanyak 10 desa,ada juga yang 12 desa per orangnya. Langkah ini bersumber dari Kemenkop RI melalui dinas koperasi masing masing kabupaten kota provinsi Aceh dalam upaya kopdes dapat segera berjalan melalui dampingan BA.
Selain itu, Business Assistan telah di bekali latihan penguatan pemahaman pengoperasian KDMP selama lima hari, tentu dengan kegiatan pelatihan tersebut para pendamping di harapkan dapat memberikan penjelasan dan tata cara koperasi desa untuk memfungsikan dan mengaktifkan koperasi tersebut.
Sejauh ini Business Assistan telah mendaftarkan KDKMP masing masing binaan melalui akun simkopdes dan pemenuhan data data yang diperlukan seperti NIB,NPWP,Buku Rekening,Pamflet dan struktur organisasi juga pendataan pembangunan gedung koperasi,serta penambahan anggota yang wajib membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Bukan hanya itu sebagian KDMP dibawah binaan Pendamping (BA) telah membuat proposal bisnis sesuai dengan permintaan dan potensi desa diwilayahnya.
Salah satu Business Assistan Edi Syahputra Linge mengatakan pendampingan ini tidak terlepas dari program presiden Prabowo Subianto untuk segera membentuk Koperasi Desa Merah Putih seluruh Indonesia tanpa terkecuali Aceh Tengah sendiri.
” Ini merupakan program bapak presiden kita yang tertuang dalam Inpres nomor 09 tahun 2025 untuk pembentukan KDMP dan segera difungsikan,saya berharap kopdes ini untuk Aceh Tengah sebelum akhir tahun sudah melakukan pinjaman ke Himbara.” tutupnya
Redaksi
Tidak ada komentar