Data Korban Bencana Belum Sinkron, Relawan SOPAN GAYO Turun Tangan Salurkan Bantuan Air Bersih di Aceh Tengah.

ADMIN
23 Feb 2026 16:48
SOCIAL 0 79
3 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. – 23 Februari 2026. Di tengah upaya pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah, persoalan pendataan korban masih menyisakan tanda tanya.

Ketidaksinkronan data penerima bantuan kembali mencuat setelah relawan SOPAN GAYO turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Pada Senin (23/2), tim relawan SOPAN GAYO yang dikoordinatori oleh Farhan Ananda bergerak menuju Desa Paya Tumpi dan Desa Kala Bintang untuk menyalurkan bantuan pipa air bersih. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang hingga kini masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar setelah bencana banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan SOPAN GAYO di bawah kepemimpinan Gilang Ken Tawar. Organisasi relawan mahasiswa tersebut terus menggerakkan jaringan relawannya agar tetap hadir di tengah masyarakat yang masih dalam masa pemulihan.

Farhan Ananda menegaskan, semangat pengabdian tidak boleh padam meskipun bencana telah berlalu berbulan-bulan. Menurutnya, keberadaan relawan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami tetap semangat dan akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa. Kami ingin keberadaan kami benar-benar memberi manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana,” ujar Farhan.

Namun di balik penyaluran bantuan tersebut, relawan menemukan fakta yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan keterangan warga setempat, masih ada masyarakat terdampak yang belum masuk dalam data penerima bantuan resmi, sehingga belum mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran terkait validitas dan akurasi pendataan pasca bencana. Padahal, rentang waktu sekitar tiga bulan sejak bencana terjadi seharusnya cukup bagi pihak terkait untuk melakukan verifikasi dan pembaruan data secara berkala.

Farhan menyebutkan, pihaknya telah menghimpun sejumlah temuan lapangan yang dinilai janggal. Dalam beberapa kasus, terdapat warga yang terdampak langsung tetapi tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, ada pula nama yang terdaftar sebagai penerima meski tidak mengalami dampak langsung dari bencana.

“Kami akan terus mengadvokasi masyarakat agar mendapatkan keadilan yang setara. Bantuan harus berbasis data objektif dan benar-benar berpihak pada korban yang terdampak. Jika ada ketidaksesuaian, maka evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan,” tegasnya.

Langkah yang dilakukan SOPAN GAYO tidak hanya menjadi wujud solidaritas kemanusiaan, tetapi juga bentuk kontrol sosial terhadap tata kelola penanganan pasca bencana. Di tengah keterbatasan, relawan mahasiswa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, dan keberanian menyuarakan kebenaran.

Bagi warga terdampak di Aceh Tengah, bantuan mungkin datang dari banyak pihak.

Namun yang paling mereka harapkan adalah satu hal: bantuan yang tepat sasaran, berdasarkan data yang akurat, dan hadir bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

 

Redaksi

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *