
Takengon, SCNews.co.id – 18 Januari 2026.Proses evakuasi warga yang menderita gangguan jiwa (ODGJ) serta pasien sakit dari tiga desa terisolir di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, berlangsung dramatis dan penuh keprihatinan. Tiga desa tersebut yakni Desa Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk, hingga kini masih terputus total dari akses darat.
Evakuasi dilakukan oleh tim relawan kemanusiaan dengan dukungan Bhabinkamtibmas serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Mengingat kondisi medan yang ekstrem dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan maupun tandu, helikopter menjadi satu-satunya sarana untuk mengevakuasi pasien ke fasilitas kesehatan.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat momen haru saat salah seorang pasien ODGJ digotong bersama-sama oleh petugas dan relawan menuju helikopter. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar pasien dapat segera diterbangkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.
Warga setempat mengungkapkan, seluruh akses jalan menuju dan keluar desa hingga saat ini masih belum bisa dilalui. Bahkan, jalur darurat yang ada hanya berupa tali seling yang dipasang untuk menyeberangi titik-titik rawan longsor.
“Kalau lewat darat sudah tidak mungkin. Jalan masih putus, bahkan hanya bisa lewat tali seling. Tidak mungkin menggotong orang sakit melewati itu.
Satu-satunya jalan hanya lewat udara,” ungkap salah seorang warga dengan nada pasrah.
Kondisi ini membuat masyarakat desa terisolir sangat bergantung pada bantuan udara, khususnya jika terjadi keadaan darurat medis. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mempercepat pemulihan akses jalan agar aktivitas warga, termasuk layanan kesehatan, bisa kembali normal.
Evakuasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara relawan, aparat keamanan, dan pemerintah dalam menyelamatkan nyawa warga di tengah keterbatasan infrastruktur akibat bencana.
IKO
Tidak ada komentar