FORMASKET Gelar Aksi Besar, Desak Pemkab Aceh Tengah Tuntaskan Dampak Bencana di Ketol.

ADMIN
3 Mar 2026 06:18
BERITA 0 29
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id – 3 Maret 2026. Ratusan masyarakat dari berbagai kampung di Kecamatan Ketol yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ketol (Formasket) menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Mereka menilai pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, selama ini belum serius menangani berbagai persoalan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Aksi yang berlangsung tertib itu menjadi luapan kekecewaan masyarakat atas kondisi infrastruktur dan penanganan dampak bencana yang dinilai lamban, khususnya di Kampung Pondok Balik dan sejumlah kampung terdampak lainnya di Kecamatan Ketol.

Dalam pernyataan sikapnya, Formasket menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak kepada Pemkab Aceh Tengah. Salah satu poin utama adalah permintaan penanganan khusus terhadap tanah longsor (amblas) di Kampung Pondok Balik yang hingga kini dinilai belum mendapat solusi permanen.

Masyarakat juga mendesak pemerintah segera menetapkan jalan permanen sebagai akses utama warga. Selain itu, mereka meminta perbaikan jalan alternatif agar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, mengingat jalur yang ada saat ini sulit diakses dan membahayakan keselamatan warga.

Tak hanya itu, Formasket menyoroti praktik pembuangan air parit ke lokasi tanah longsor yang dinilai memperparah kondisi amblas.

Mereka meminta pemerintah segera menghentikan aliran tersebut demi mencegah kerusakan yang lebih luas.

Persoalan relokasi dan hunian tetap (huntap) turut menjadi tuntutan utama.

Warga mendesak Pemkab Aceh Tengah segera menetapkan lahan relokasi pemukiman baru bagi kampung-kampung terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol. Mereka juga meminta percepatan pembangunan hunian tetap agar masyarakat tidak terus-menerus hidup dalam ketidakpastian.

Selain itu, perbaikan akses jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana juga menjadi perhatian serius dalam aksi tersebut. Infrastruktur yang rusak dinilai menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Penanggung Jawab Aksi sekaligus Koordinator Lapangan, Sutris Budiman, menegaskan bahwa aksi ini merupakan suara kolektif masyarakat Ketol. Ia berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan tersebut dengan langkah konkret dan terukur, bukan sekadar janji.

“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depan Ketol. Kami ingin pemerintah hadir dan benar-benar menyelesaikan persoalan yang kami hadapi,” tegasnya.

Masyarakat berharap, melalui aksi ini, pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan dampak bencana serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemukiman warga di Kecamatan Ketol.

 

Yusra Efendi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *