
TAKENGON,SCNews.co.id. — Di tengah situasi darurat bencana yang melanda Aceh Tengah, sekelompok pengusaha yang tergabung dalam gerakan “Donasi Peduli Gayo” tampil sebagai garda terdepan membantu pemerintah mempercepat distribusi logistik. Tidak tanggung-tanggung, bantuan sembako dikirim langsung dari Medan menuju Takengon menggunakan pesawat komersial, sebuah langkah inovatif untuk mengatasi akses darat yang terganggu.
Komunitas ini terdiri dari pengusaha asal Takengon, Medan, Jakarta, Meulaboh, Bireuen, serta dukungan kuat dari Komunitas Tinghoa Gayo. Mereka bersatu tanpa sekat wilayah maupun latar belakang demi satu tujuan: mempercepat pemulihan masyarakat.
“Kami hanya ingin berbuat semampu yang bisa. Bencana sebesar ini tidak mungkin dihadapi sendiri, kita harus bergerak bersama,” ujar Andi Irham, perwakilan Donasi Peduli Gayo, saat menyalurkan bantuan di Posko Masjid Al-Abrar Kebayakan.
Menurut Andi, para pengusaha terus menggalang donasi yang kemudian dibelanjakan di Medan untuk mempercepat penyaluran kebutuhan pokok yang paling mendesak. “Semua ini berat. Waktu, tenaga, bahkan pikiran tercurah untuk membantu sesama. Tapi ini tugas kemanusiaan yang tidak bisa ditunda,” tambahnya.
Hingga kini, Donasi Peduli Gayo telah menyalurkan 6 ton beras, yang dibagikan langsung kepada warga serta diprioritaskan untuk dapur umum pengungsian agar kebutuhan pangan terpenuhi secara merata dan tepat sasaran.
“Kami pastikan bantuan ini benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan. Para pengusaha ikhlas, meski jumlahnya mungkin belum banyak, tetapi semoga jadi kekuatan moral dan logistik bagi masyarakat,” ujar Andi, didampingi tim relawan lapangan.
Menutup penyampaiannya, Andi menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjangkau wilayah yang terisolasi. “Daerah yang sulit dijangkau sedang kami pikirkan untuk dikirim melalui udara menggunakan helikopter. Semoga semua bisa pulih lebih cepat,” tutupnya pada Jumat, 5 Desember 2025.
Gerakan Donasi Peduli Gayo menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai elemen masyarakat mampu membuka jalan baru dalam penanganan bencana bahkan hingga harus dengan menembus langit demi kemanusiaan.
Redaksi
Tidak ada komentar