Gajah Liar Kembali Makan Korban di Pantan Lah, CSO Soroti Lambannya Penanganan Konflik Satwa-Manusia.

ADMIN
21 Feb 2026 04:16
PERISTIWA 0 147
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. — Sabtu 21 Februari 2026. Konflik antara manusia dan gajah liar kembali menelan korban jiwa di wilayah pedalaman Kabupaten Bener Meriah. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat amukan gajah liar di Kampung Pantan Lah, Kecamatan,Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah,hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui secara pasti.

Peristiwa tragis ini kembali menambah daftar panjang konflik gajah liar yang selama beberapa tahun terakhir terus menghantui masyarakat di sejumlah wilayah Aceh. Warga setempat menyebutkan bahwa serangan gajah terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas masyarakat berlangsung di sekitar area permukiman dan lahan perkebunan.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal menilai persoalan konflik gajah liar masih menjadi “pekerjaan rumah”. Hingga saat ini pekerjaan rumah ini dinilai belum terlihat langkah penanganan dengan nyata.

Padahal, beberapa bulan sebelumnya persoalan konflik manusia dan gajah ini sempat mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Program konservasi gajah yang dikenal dengan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) juga disebut mendapat dukungan dari Kedutaan Inggris serta dimotori oleh World Wide Fund for Nature (WWF).

Namun di lapangan, sejumlah pihak menilai program tersebut masih belum berjalan maksimal.

Perwakilan CSO lokal berharap agar program penanganan konflik gajah tidak hanya berhenti pada pertemuan dan diskusi, tetapi diwujudkan dalam kegiatan nyata yang terstruktur dan melibatkan langsung masyarakat serta organisasi lokal di wilayah konflik.

“Kami berharap ada langkah konkret di lapangan, bukan sekadar rapat. CSO lokal harus dilibatkan secara langsung karena kami yang setiap hari berada di wilayah konflik. Selain itu, penting dibentuk tim reaksi cepat di daerah rawan konflik agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar salah satu perwakilan CSO lokal.

Ironisnya, pada hari yang sama dengan peristiwa meninggalnya warga di Pantan Lah, beredar kabar bahwa seekor gajah juga ditemukan mati di kawasan Karang Ampar. Gajah tersebut diduga tersengat kawat listrik bertegangan tinggi atau yang dikenal masyarakat sebagai “fancing fan”.

Kematian satwa dilindungi ini menambah kekhawatiran terhadap kondisi populasi gajah di Aceh yang saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 400 hingga 500 ekor.

Para pemerhati lingkungan mengingatkan bahwa konflik antara manusia dan gajah tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani secara serius dan terkoordinasi, dikhawatirkan konflik ini akan terus memakan korban, baik dari sisi manusia maupun satwa liar yang dilindungi.

“Sudah saatnya semua pihak membuka mata dan melihat persoalan ini secara serius. Jangan sampai semuanya benar-benar terlambat,” ujar salah satu aktivis lingkungan menutup pernyataannya.

 

……. Salam lestari……

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *