GMNI Aceh Tengah Kecam Realisasi Gas Elpiji : “Realisasi Rendah Picu Konflik Horizontal Antar Warga”

ADMIN
23 Des 2025 06:07
2 menit membaca

ACEH TENGAH,SCNews.co.id.  – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah menyoroti tajam kondisi kelangkaan gas elpiji 3 kg yang kian memprihatinkan di Kabupaten Aceh Tengah. Minimnya realisasi pendistribusian di lapangan kini tidak hanya menyebabkan kesulitan ekonomi, tetapi telah memicu kericuhan dan perkelahian fisik antar warga saat mengantre .

Angga Bidang Advokasi dan Politik GMNI Aceh Tengah, menyatakan bahwa insiden ini adalah dampak nyata dari kegagalan pengawasan distribusi energi di daerah.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya perkelahian antar warga di lapangan. Ini adalah konflik horizontal yang seharusnya tidak perlu terjadi jika realisasi dan distribusi gas subsidi dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. Rakyat dipaksa berbenturan hanya untuk mendapatkan hak dasarnya,” tegas Angga dalam keterangannya, Selasa 23 Desember 2025.

Tuntutan GMNI Aceh Tengah:Bidang Advokasi dan Politik GMNI Aceh Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah strategis:

1. Audit Realisasi Kuota :

GMNI meminta data transparan mengenai jumlah realisasi gas yang masuk ke Aceh Tengah dibandingkan dengan kuota yang seharusnya. Ada indikasi ketidaksesuaian antara data dengan ketersediaan gas yang datang.

2. Evaluasi Total :

Angga menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap oknum yang diduga bermain dengan pihak ketiga.

3. Operasi Darurat :

Mendesak APH Aceh Tengah untuk menjaga ketertiban secara intens saat realisasi Gas.

“Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak atau kerusuhan yang lebih besar baru pemerintah bertindak. Bidang Advokasi GMNI akan terus mengawal isu ini hingga distribusi gas di Aceh Tengah kembali normal dan berkeadilan bagi masyarakat ” pungkas Angga.

GMNI Aceh Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi di lokasi antrean, sembari mendesak pemerintah memberikan solusi permanen, bukan sekadar janji manis.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *