GMNI Apresiasi Kajari Bener Meriah dalam Mengungkap Dugaan Korupsi SPBU BUMDesma Pintu Rime Gayo

ADMIN
30 Jan 2026 00:53
BERITA 0 135
2 menit membaca

BENER MERIAH,SCNews.co.id – Dewan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bener Meriah menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah atas progres signifikan dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan SPBU milik BUMDesma di Kampung Gemasih, Kecamatan Pintu Rime Gayo Sejak awal Oktober 2024.

Aji Feprizal Sekjen DPC GMNI Bener Meriah menyatakan, bahwa kasus ini telah menjadi perhatian publik sejak lama. Proyek yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) justru diduga menjadi ladang bancakan oknum tertentu yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 1,4 Miliar.

“Kerugian negara yang mencapai angka miliaran rupiah ini bukan hanya soal angka, tapi soal hak rakyat desa yang dirampas.

Kami mengapresiasi keberanian Kajari Bener Meriah beserta jajaran penyidik yang bekerja secara profesional dan transparan,” ujar Aji Feprizal

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan SPBU di Kampung Gemasih ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) bagi desa-desa yang tergabung dalam BUMDesma di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Namun, adanya penyimpangan dalam proses pembangunan menyebabkan proyek tersebut mangkrak dan tidak memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

GMNI menilai, tindakan korupsi dalam tubuh BUMDesma adalah pengkhianatan terhadap semangat kemandirian ekonomi desa. Proyek yang bersumber dari dana kolektif desa seharusnya dikelola dengan prinsip akuntabilitas yang tinggi.

Meskipun memberikan apresiasi, GMNI Bener Meriah menegaskan akan terus mengawal kasus – kasus yang ada di Bener Meriah. GMNI menyampaikan beberapa poin tuntutan tambahan:

GMNI mendesak Kejari untuk tidak berhenti pada tersangka yang ada saat ini, namun juga mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain (aktor intelektual) yang memfasilitasi terjadinya korupsi tersebut.

Kami meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh BUMDesma di wilayah Bener Meriah agar kejadian serupa tidak terulang”

Aji Feprizal Sekjen GMNI Bener Meriah berharap momentum ini menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola birokrasi dan keuangan di Bener Meriah.

Harapannya kasus ini dapat menjadi efek jera bagi desa-desa lain agar tidak melakukan hal serupa

“Mahasiswa akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah dan penegak hukum dalam memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat”

 

Redaksi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *