GMNI ULTIMATUM DPRK BENER MERIAH TIDAK PERLU BENTUK TIM PANSUS BENCANA JIKA HANYA UNTUK SEREMONIAL

ADMIN
2 Apr 2026 11:34
BERITA DAERAH 0 79
2 menit membaca

BENER MERIAH,SCNews.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bener Meriah melayangkan peringatan keras kepada DPRK Bener Meriah.

Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Bencana dicurigai kuat hanya akan menjadi ajang “Wisata Politik” dan pemborosan anggaran jika hanya berakhir sebagai agenda seremonial tanpa hasil nyata.

Sekretaris DPC GMNI Bener Meriah, Aji Feprizal, menegaskan bahwa Pansus seringkali hanya menjadi “macan kertas” gagah dalam rapat, namun mandul dalam eksekusi.

Di tengah tangis warga yang kehilangan tempat tinggal, GMNI mengharamkan adanya pencitraan di atas puing bencana.

“Rakyat butuh atap untuk berteduh dan nasi untuk dimakan, bukan butuh pejabat yang datang hanya untuk foto-foto lalu laporannya membusuk di gudang arsip! Jika Pansus ini cuma buat gagah-gagahan dan menghabiskan uang negara, Batalkan Sekarang Juga!” tegas Aji dengan nada tinggi.

GMNI menemukan fakta lapangan yang menyakitkan, Jaminan Hidup (Jadup) dan Hunian Sementara (Huntara) masih menjadi mimpi bagi banyak korban. Hal ini terjadi karena pendataan birokrasi yang dilakukan asal-asalan, tidak sesuai realita, dan jauh dari rasa keadilan.

Sebagai kontrol sosial, GMNI memberikan tantangan terbuka. Dalam waktu satu bulan, Pansus harus menunjukkan taringnya, atau dianggap gagal total. Adapapun tuntutannya:

1. Rakyat wajib tahu berapa puluh atau ratus juta uang negara yang dipakai untuk Pansus ini. Jangan ada anggaran “siluman” untuk operasional yang tidak jelas!

2. Pansus jangan cuma kasih rekomendasi tak berguna. Harus ada kejelasan detik ini juga kapan Jadup, Huntara, dan Huntap dicairkan untuk warga!

3. Berhenti mendengar laporan “Asal Bapak Senang” dari dinas. Turun ke desa terisolasi, rasakan lumpur dan penderitaan warga, baru bicara soal data!

4. Audit menyeluruh penggunaan dana tanggap darurat. Jangan sampai ada yang “menari” di atas penderitaan rakyat dengan menyalahgunakan dana mitigasi.

5. Percepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Rakyat tidak bisa menunggu birokrasi yang lambat sementara cuaca ekstrem terus mengancam.

“GMNI Bener Meriah berjanji akan mengawal setiap gerak-gerik anggota dewan. Jika Pansus ini terbukti hanya menjadi kedok untuk “jalan-jalan” berbalut pengawasan, GMNI akan mengambil tindakan lebih jauh.

“Jangan jadikan luka rakyat sebagai panggung sandiwara. DPRK harus jadi penyambung lidah rakyat, bukan pelaksana seremonial yang mati rasa!” tutup Aji.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *