
Takengon,SCNews.co.id. – Jum’at 2 Januari 2026. Menjawab aspirasi yang sebelumnya disuarakan oleh calon PPPK paruh waktu tenaga kesehatan, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, hadir langsung dalam rapat koordinasi bersama dinas terkait serta para calon PPPK paruh waktu tenaga kesehatan.
Rapat tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi para tenaga kesehatan untuk menyampaikan harapan mereka, khususnya terkait adanya pos anggaran lain yang dapat menunjang penambahan besaran gaji yang akan diterima setelah diangkat sebagai PPPK paruh waktu.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya terdapat tenaga kontrak kesehatan yang menerima gaji rutin setiap bulan, namun tidak sedikit pula yang belum menerima gaji sama sekali dan dikenal sebagai tenaga bakti.
Membuka rapat, Bupati Haili Yoga menyampaikan bahwa keterbatasan kemampuan keuangan daerah saat ini masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan pegawai di Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh bupati di Aceh terkait pembiayaan PPPK paruh waktu tenaga kesehatan yang nantinya dikembalikan kepada daerah. Permasalahan muncul ketika kemampuan finansial daerah belum mencukupi,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin, melaporkan bahwa hingga kini masih terdapat cukup banyak tenaga kontrak di lingkungan Dinas Kesehatan yang belum ditetapkan statusnya sebagai PPPK paruh waktu.
“Di Dinas Kesehatan terdapat 416 tenaga kontrak yang sebelumnya belum mendapatkan gaji. Dengan diterbitkannya SK PPPK paruh waktu, mereka nantinya akan menerima gaji yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa bagi tenaga kontrak yang sebelumnya telah menerima gaji, maka setelah diangkat menjadi PPPK paruh waktu tidak diperkenankan menerima gaji di bawah jumlah yang mereka terima saat masih berstatus tenaga kontrak.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Datu Beru, Winarno, melaporkan bahwa terdapat 156 tenaga kontrak di RSUD Datu Beru yang selama ini belum memperoleh gaji. Setelah diangkat menjadi PPPK paruh waktu, mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan PPPK paruh waktu lainnya.
Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, turut memberikan perhatian terhadap nasib para tenaga kesehatan tersebut.
Ia mengimbau seluruh pemangku kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk bersama-sama memberikan perlindungan dan perhatian kepada para tenaga kontrak kesehatan.
“Saya menghimbau kepada para pengambil kebijakan agar dapat mengayomi adik-adik tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri,” ujarnya.
Menutup rapat, Bupati Haili Yoga mengarahkan seluruh kepala puskesmas agar menyampaikan hasil dan keputusan rapat ini secara jelas dan menyeluruh kepada para calon PPPK paruh waktu.
Saat ini, tercatat sekitar 900 orang tenaga kontrak kesehatan di Kabupaten Aceh Tengah yang direncanakan akan diangkat menjadi PPPK paruh waktu.
Redaksi
Tidak ada komentar