Jaksa Masuk Sekolah Tanamkan Kesadaran Hukum Digital di Kalangan Pelajar Takengon

ADMIN
13 Feb 2026 10:57
PEMERINTAH 0 43
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id. — Kejaksaan Negeri Aceh Tengah kembali menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Kegiatan penyuluhan hukum tersebut dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 12–13 Februari 2026, menyasar siswa di SMKN 2 Takengon dan SMAN 17 Takengon.

Program yang digelar di wilayah Aceh Tengah ini mengangkat tema “Pencegahan Tindak Pidana Judi Online serta Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)”, sejalan dengan fungsi kejaksaan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta mencegah tindak pidana melalui pendekatan edukatif.

Materi disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Hasrul bersama Kepala Subseksi Intelijen Ahmedi Afdal Ramadhan. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pengertian judi online, bentuk-bentuk perjudian digital, modus operandi yang kerap menyasar pelajar, hingga ancaman sanksi hukum. Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman tentang penggunaan media sosial secara bijak, bahaya penyebaran hoaks, cyberbullying, serta dampak negatif aktivitas digital yang melanggar hukum.

Penyuluhan turut menekankan bahwa praktik perjudian dan pelanggaran di ruang digital telah diatur dalam berbagai regulasi nasional maupun daerah, termasuk aturan terkait Informasi dan Transaksi Elektronik serta ketentuan hukum jinayat yang berlaku di Aceh.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, Hendri Yanto, melalui Kasi Intelijen Hasrul menyampaikan bahwa kegiatan JMS merupakan program rutin tahunan yang bertujuan membangun kesadaran hukum generasi muda sejak dini. “Melalui kegiatan ini, kejaksaan hadir langsung di tengah pelajar untuk mencegah tindak pidana, khususnya pelanggaran ITE dan maraknya praktik judi online yang mengancam masa depan siswa,” ujarnya.

Ia berharap, penyuluhan hukum ini mampu membentuk karakter pelajar yang sadar hukum, bijak dalam bermedia sosial, serta terhindar dari perilaku menyimpang di era digital yang semakin kompleks.

Kegiatan yang berlangsung di Takengon tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa dan guru. Pihak kejaksaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah guna melindungi generasi muda dari berbagai potensi pelanggaran hukum di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

 

Riil

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *