
Aceh Tengah,SCNews.co.id. — Upaya memastikan keberlanjutan pendidikan di aceh tengah pasca bencana,Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Aceh Tengah, Muslim Ibrahim, S.T., bersama tim turun langsung melakukan penyisiran ke berbagai posko pengungsian untuk mendata siswa dan guru SMA/SMK yang terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Muslim Ibrahim, pendataan langsung ke lapangan sangat penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata para pelajar dan tenaga pendidik. “Pendidikan tidak boleh terhenti, sekalipun kita sedang diuji bencana. Kami hadir untuk memastikan anak-anak kita tetap mendapatkan hak belajarnya, dan para guru mendapat dukungan yang layak,” ujarnya saat berada di salah satu posko.
Dalam penyisiran tersebut, tim menemukan seorang tenaga pendidik dan dua siswa dari SMA Negeri 9 Belang Mancung, Kecamatan Ketol. Mereka adalah Eka Rahayu, seorang guru TENDIK , beserta dua muridnya. Ketiganya sudah lima hari mengungsi di sebuah masjid setelah rumah Eka rusak parah akibat banjir bandang dan longsor sementara rumah kedua murid tidak rusak akan tetapi mereka kawatir akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan oleh karena itu orang tua dari kedua murid kebih memilih mengungsi dari pada bertahan di rumah.
Meski dalam kondisi terbatas, para siswa dan guru tersebut tetap menunjukkan semangat. Mereka menyampaikan harapan agar dukungan pendidikan segera tersalurkan, terutama fasilitas belajar sementara dan pendampingan bagi murid-murid yang terdampak.
Kacabdin Aceh Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kuat dan saling membantu. Ia juga mengimbau para pelajar untuk tidak menyerah pada keadaan.
“Bencana boleh menghentikan aktivitas kita, tapi tidak boleh memadamkan semangat belajar dan harapan masa depan,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi pendidikan terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar pendidikan segera dipenuhi, mulai dari pendirian ruang belajar darurat hingga bantuan perlengkapan sekolah.
Redaksi
Tidak ada komentar