Kelangkaan Minyak Memuncak, Warga Aceh Tengah Desak Pemerintah Perbaiki Jalur Alternatif KKA Bener Meriah.

ADMIN
8 Des 2025 11:57
PERISTIWA 0 418
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. — Rasa kecewa dan kelelahan masyarakat Aceh Tengah kini mencapai titik tertinggi. Kelangkaan minyak yang semakin parah membuat aktivitas warga lumpuh, sementara pemerintah dinilai terlalu lambat mengambil langkah nyata. Jalan alternatif KKA Bener Meriah, yang menjadi satu-satunya harapan untuk memperlancar pasokan logistik, hingga kini masih belum diperbaiki secara serius.

Di tengah kondisi yang kian terpuruk, muncul penjual minyak dadakan di pinggir-pinggir jalan. Mereka menjual Pertamax dengan harga yang melambung drastis antara Rp50.000 hingga Rp80.000 per liter. Pemandangan ini bukan hanya tidak biasa, tetapi juga mencerminkan betapa kritisnya situasi di lapangan.

Ironisnya, keberadaan penjual minyak dadakan ini justru dianggap sebagai “penyelamat sementara” oleh sebagian warga. Bukan karena harganya terjangkau, melainkan karena tidak ada pilihan lain. Para penjual ini sendiri harus mengorbankan tenaga luar biasa untuk menyediakan minyak tersebut. Salah satu penjual mengaku harus memikul jeriken sejauh 12 kilometer, mulai dari Desa Kem hingga Desa Buntul di Kabupaten Bener Meriah, sebelum akhirnya membawanya ke Aceh Tengah.

“Wajar kalau mereka menjual dengan harga tinggi. Perjalanan mereka itu sangat berat,” keluh salah seorang warga.

Warga yang sedang mengantre membeli minyak pun menyampaikan bahwa harga setinggi apa pun tetap akan dibeli daripada mereka harus berjalan kaki untuk bekerja, mencari nafkah, atau mengurus keperluan keluarga.

Namun di balik semua itu, tersirat kekecewaan yang mendalam. Masyarakat merasa dibiarkan berjuang sendiri tanpa kehadiran solusi cepat dari pemerintah. “Kami bukan meminta banyak. Kami hanya ingin jalan di KKA Bener Meriah segera diperbaiki supaya distribusi minyak dan kebutuhan lain kembali lancar,” ujar seorang pembeli dengan nada kesal.

Desakan ini semakin kuat: pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus segera bergerak. Jalan alternatif KKA Bener Meriah adalah urat nadi yang tidak bisa dibiarkan rusak berlarut-larut. Tanpa perbaikan cepat, masyarakat Aceh Tengah akan terus terjebak dalam kelangkaan, harga selangit, dan beban hidup yang semakin berat.

Saat ini, publik menunggu tindakan nyata bukan janji sebab setiap hari keterlambatan adalah tambahan beban bagi ribuan warga yang sudah cukup menderita.

 

(Redaksi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *