
Takengon,SCNews.co.id. -Pemiihan Reje serentak di Aceh tengah terus melahirkan Reje Reje baru kali ini dari Pemilihan Reje yang di laksanakan di Desa Merah Pupuk, Kecamatan Batu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 menampilkan sebuah hasil yang menarik untuk dikaji. Dengan perolehan suara sebesar 237 suara, Muharidinsyah, seorang guru ngaji yang juga tokoh agama, berhasil unggul jauh atas rivalnya, Warto, yang memperoleh 138 suara.
Kemenangan tersebut bukan sekadar angka dalam kontestasi demokrasi lokal, melainkan sebuah refleksi atas aspirasi masyarakat desa yang memilih sosok pemimpin dengan latar belakang keagamaan dan pendidikan. Muharidinsyah, dengan profesinya sebagai guru ngaji, menunjukkan bahwa pemimpin dengan basis moral dan keagamaan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak komunitas di tingkat desa.
Fenomena ini sejalan dengan karakter desa-desa di Aceh yang sangat menjunjung nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial mereka. Pilihan masyarakat terhadap sosok yang dikenal sebagai pendidik agama dapat diartikan sebagai harapan agar kepemimpinan desa tidak hanya fokus pada aspek administratif dan pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.
Lebih jauh, hasil ini mengindikasikan bahwa demokrasi di tingkat desa masih berjalan dengan melibatkan partisipasi yang cukup tinggi. Suara yang cukup signifikan diraih Muharidinsyah mengindikasikan adanya kepercayaan yang kuat dari warga untuk mempercayakan masa depan desa pada figur yang dianggap mampu membawa perubahan sesuai dengan nilai dan kebutuhan masyarakatnya.
Meski latar belakang calon bervariasi, keunggulan Muharidinsyah juga menunjukkan bahwa kualitas personal, reputasi sosial, dan peran aktif dalam pendidikan agama dapat menjadi faktor kunci dalam kontestasi kepemimpinan lokal. Ini memberikan pelajaran penting bahwa dalam demokrasi tingkat desa, karakter dan integritas calon dapat menjadi penentu yang lebih kuat daripada faktor lain seperti modal politik atau dukungan kelompok tertentu.
Namun, kemenangan besar ini juga mengingatkan perlunya evaluasi dan penguatan proses demokrasi di tingkat desa agar setiap pemilihan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat secara transparan dan adil. Pemimpin terpilih harus mampu menjaga amanah tersebut dengan integritas dan keterbukaan, serta mampu menjembatani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Secara keseluruhan, hasil pemilihan Reje Merah Pupuk ini menjadi sebuah studi kasus penting mengenai dinamika demokrasi lokal yang mengedepankan sosok pemimpin berbasis moral dan agama. Ke depan, hal ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang tengah mencari pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin secara administratif, tetapi juga mampu menjadi panutan moral dan spiritual.
Redaksi
Tidak ada komentar