
Aceh Tengah,SCNews.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo–Gibran sejatinya membawa harapan besar bagi peningkatan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Namun, harapan tersebut belum sepenuhnya dirasakan merata.


Kamis (15/1/2026), tokoh masyarakat Linge, Alimin Linge, menyampaikan kekecewaannya kepada media. Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum satu pun sekolah di Kecamatan Linge yang menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Faktanya, sampai hari ini anak-anak sekolah di Kecamatan Linge belum tersentuh MBG. Yang lebih menyakitkan, di kecamatan tetangga seperti Jagong Jeget dan wilayah sekitar kota, program ini sudah berjalan sejak kemarin. Anak-anak di sana sudah menikmati makanan bergizi dari pemerintah,” ujar Alimin.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Anak-anak di wilayah pedalaman justru terkesan tertinggal, padahal mereka yang paling membutuhkan perhatian.
“Seharusnya pemerintah memprioritaskan anak-anak di pelosok seperti Kecamatan Linge. Akses bahan makanan bergizi di kampung sangat terbatas, jauh berbeda dengan kondisi di kota yang semua kebutuhan mudah dibeli,” tambahnya.
Alimin juga menyebutkan bahwa keresahan orang tua murid semakin meningkat. Hampir setiap hari, warga mempertanyakan kapan anak-anak mereka bisa menikmati program MBG seperti daerah lain.
“Orang tua terus bertanya, kapan MBG masuk ke Linge. Yang lebih mengejutkan lagi, di masyarakat berkembang informasi bahwa bangunan atau gudang pendukung program ini bahkan belum dibangun sampai sekarang,” ungkapnya.
Ia pun menyindir lambannya re
alisasi program tersebut dengan nada kecewa.
“Apakah pemerintah menunggu masa jabatan presiden habis dulu baru MBG disalurkan ke Kecamatan Linge?” ucapnya.
Lebih lanjut, Alimin menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis seharusnya dijalankan secara profesional dan bebas dari kepentingan politik.
“MBG jangan dijadikan proyek prestise atau alat politik yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Program ini harus murni untuk kepentingan anak-anak dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan program dilakukan dengan sistem yang rapi dan transparan.
“Kami bahkan belum tahu seperti apa makanan yang akan diterima anak-anak di Linge. Kalau sistemnya tidak tertata dengan baik, bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan masalah baru,” pungkas Alimin Linge.
Redaksi
Tidak ada komentar