Pendopo Bupati Jadi Ruang Damai, Haili Yoga Maafkan Pelaku Video Viral

ADMIN
14 Mar 2026 09:04
BERITA 0 465
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id. – Sabtu 14 Maret.Suasana sejuk dan penuh kehangatan terlihat di Pendopo Bupati Aceh Tengah ketika Bupati Haili Yoga menerima seseorang yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik karena video yang beredar di media sosial.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Aceh Tengah dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang berisi ucapan tidak pantas yang ditujukan kepada Bupati Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan. Video tersebut sempat memicu perbincangan dan ketegangan di tengah masyarakat setelah tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Namun suasana berbeda justru terlihat pada pertemuan yang berlangsung di Pendopo Bupati. Dalam kesempatan tersebut, Haili Yoga memilih menunjukkan sikap terbuka dan memaafkan pelaku.

“Kita ini manusia biasa, sering khilaf dan melakukan kesalahan. Namun hal seperti ini bisa menjadi permasalahan besar di tengah masyarakat. Kalau saya pribadi, bahkan sebelum beliau hadir di sini, jauh hari saya sudah memaafkan dan saya yakin bapak wakil bupati juga sependapat dengan saya. Kita jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bagi kita semua,,” ujar Haili Yoga.

Di tempat lain, Bapak wakil bupati Muchsin Hasan juga menyampaikan Jika beliau sudah memaafkan dan tidak ingin membesar-besarkan masalah ini.

“Tidak perlu kita membesar-besarkan masalah, ini bulan baik maka kita harus perbanyak kebaikan, kita ambil hikmah dari semua kejadian ini, dan kita berdoa agar aceh tengah dapat segera pulih”.

Sementara itu, pelaku yang diketahui berinisial PM di dampingi oleh pimpinan MCF KSKC(Kantor Selain Kantor Cabang) Aceh Tengah juga mengakui kesalahan atas perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Saya tulus meminta maaf kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati atas ucapan yang saya lontarkan. Ini murni kesalahan saya dan saya sangat menyesal telah melakukannya. Sekali lagi saya memohon maaf kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, serta seluruh masyarakat Aceh Tengah. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi penutup dari polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Dalam momentum bulan suci Ramadan, peristiwa ini juga menghadirkan nuansa yang lebih menyejukkan di tengah kehidupan sosial masyarakat Aceh Tengah.

Sejumlah pihak menilai penyelesaian secara kekeluargaan seperti ini dapat menjadi contoh bahwa perbedaan atau kesalahan yang terjadi di ruang publik tidak selalu harus berujung pada konflik berkepanjangan, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog dan saling memaafkan.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *