Pernyataan Kabid DLH Dinilai Spekulatif, Penolakan TPS Paya Ilang Kian Menguat

ADMIN
14 Jan 2026 14:22
PERISTIWA 0 321
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id – Penolakan warga Desa Belang Kolak II terhadap keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di kawasan Paya Ilang terus menguat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menutup TPS tersebut secara permanen, menyusul kekhawatiran serius terhadap dampak kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Menurut Gito, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan Aceh Tengah untuk melakukan penyemprotan sejak beberapa hari terakhir. Namun, realisasi di lapangan baru terlaksana setelah adanya aksi protes dari masyarakat.

“Kami sudah meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan sejak beberapa hari terakhir, tetapi baru hari ini petugas diturunkan ke lokasi,” ujar Gito saat menemui warga di lokasi TPS Paya Ilang.

Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan warga. Mereka menilai alasan yang disampaikan DLH terkesan mencari pembenaran dan tidak menjawab akar persoalan yang dikeluhkan masyarakat sejak awal.

Warga secara tegas menolak keberadaan TPS di wilayah mereka dan menyatakan tidak lagi memberi toleransi terhadap aktivitas pembuangan sampah, apalagi dengan alasan sementara.

“Itu hanya alasan. Kami tidak mau diadu domba dengan Dinas Kesehatan. Intinya, kami menolak segala bentuk pembuangan sampah di desa kami,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi penolakan.

Kekhawatiran warga semakin memuncak setelah sejumlah anak dilaporkan mulai mengalami diare. Masyarakat menduga kondisi tersebut berkaitan dengan pencemaran air sumur yang selama ini menjadi sumber air utama warga sekitar.

“Anak-anak kami sudah mulai diare. Kami minum air sumur, dan kami khawatir air sudah tercemar. Kalau ini dibiarkan, penyakit lain bisa menyusul,” ungkap warga lainnya dengan nada cemas.

Sejak Rabu (14/1/2026), warga Belang Kolak II menyatakan sikap menutup akses TPS Paya Ilang dan meminta pemerintah daerah segera mencari solusi permanen yang tidak mengorbankan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan dengan tuntutan penutupan TPS secara permanen dan menunggu respons tegas dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *