
Takengon – SCNEWS.CO.ID | Proyek pembangunan rabat beton di Kampung Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi sorotan warga. Belum genap sebulan rampung, jalan yang baru dibeton itu sudah mulai dipenuhi pasir, menimbulkan kekhawatiran soal mutu pekerjaan.
Seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku merasa khawatir saat melintasi jalur tersebut, terutama di bagian persimpangan dekat SMP Negeri 23 Takengon.
“Baru selesai, tapi jalan udah berpasir. Apalagi di simpang itu, kalau ngerem mendadak bisa selip. Harus hati-hati banget,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/10).
Warga juga mengungkap bahwa sebelumnya sempat terlihat papan informasi proyek terpasang di dekat pohon alpukat di kawasan simpang. Namun, kini plang proyek tersebut sudah tidak ada lagi.
Informasi yang sempat terbaca pada papan tersebut antara lain menyebutkan bahwa proyek itu merupakan pembangunan rabat beton Kampung Burni Bius dengan sumber dana dari APBK Aceh Tengah. Berdasarkan papan informasi yang sempat terlihat, proyek dilaksanakan oleh CV Bius Putra Mandiri, dengan pengawasan dari CV Andaman Karya Perdana, dan memiliki nilai kontrak sebesar Rp184.810.000. Pekerjaan dimulai pada 28 Agustus 2025 dan dijadwalkan selesai pada 25 Desember 2025.
Namun, warga menilai proyek terkesan terburu-buru dan tidak memperhatikan kualitas.
“Kelihatannya sih kerja cepat asal jadi, tapi kualitasnya diragukan. Harapan kami, pihak berwenang bisa turun langsung mengawasi, meskipun anggarannya tidak besar. Kami ini hanya penerima manfaat, jangan sampai proyek ini malah jadi musibah,” tambah warga tersebut.
Tim SCNEWS.CO.ID yang meninjau langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (4/10) tidak menemukan lagi keberadaan plang proyek. Hilangnya papan informasi ini memunculkan tanda tanya besar soal transparansi pelaksanaan pekerjaan.
“Papan proyek itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah bentuk tanggung jawab kepada publik. Ketika informasi itu sengaja dicabut, ada kesan pihak pelaksana tidak serius dan tidak transparan,” kata seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Masyarakat pun mendesak Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh Tengah agar memberikan teguran keras kepada pelaksana proyek, serta meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proyek yang dikerjakan oleh CV Bius Putra Mandiri.
Redaksi
Tidak ada komentar