
Aceh Tengah, SCNews.co.id – Akses jalan pertanian yang sebelumnya dapat dilalui kendaraan roda empat di Kampung Pantan Reduk, Kecamatan Ketol, kini rusak parah akibat dampak bencana beberapa bulan lalu.
Jalan tersebut merupakan jalur utama pengangkutan hasil pertanian warga. Namun hingga kini kondisinya belum pulih dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Bahkan di Dusun Lorong Pisang, akses jalan dilaporkan terputus total sehingga aktivitas distribusi hasil tani masyarakat lumpuh.
Melihat kondisi saat ini, Reje Kampung Pantan Reduk, Safrizal, secara resmi menyurati Bupati Aceh Tengah untuk memohon bantuan pembukaan akses jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter.
Dalam surat yang di terbitkan pada tanggal 18 Februari 2026, pemerintah kampung menjelaskan bahwa kerusakan jalan akibat banjir bandang dan longsor telah menghambat perekonomian warga. Jalur tersebut selama ini menjadi akses vital bagi petani dalam mengangkut hasil panen ke pasar.
“Kami memohon bantuan pembukaan jalan baru untuk memperlancar transportasi hasil pertanian masyarakat. Mengingat alat berat saat ini masih berada di Kampung Pantan Reduk, kami berharap pekerjaan dapat segera direalisasikan,” tulis Safrizal dalam surat permohonannya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera merespons permintaan tersebut. Pasalnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Kondisi ini menjadi potret nyata bahwa pemulihan infrastruktur dasar pascabencana di wilayah pedalaman masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, agar roda ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
(IKO)
Tidak ada komentar