
Banda Aceh, SCNews.co.id – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, tak hanya hadir sebagai pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 Bank Aceh Syariah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan. Forum yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (13/04/2026), dimanfaatkannya untuk mendorong bantuan nyata bagi korban kebakaran di Aceh Tengah.
Rapat strategis tersebut turut dihadiri Muzakir Manaf selaku pemegang saham pengendali, para bupati dan wali kota se-Aceh, serta jajaran manajemen Bank Aceh Syariah, di antaranya M. Gaussyah dan Fadhil Ilyas.
RUPS dibuka oleh M. Gaussyah dan dilanjutkan dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban direksi atas kinerja keuangan tahun buku 2025 oleh Fadhil Ilyas.
Dalam forum yang berlangsung tertutup itu, para pemegang saham juga membahas arah kebijakan dan rencana kerja tahun 2026, dengan fokus memperkuat peran Bank Aceh Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di balik agenda bisnis dan evaluasi kinerja, Haili Yoga menghadirkan sisi lain dari kepemimpinannya pokus pada kepedulian sosial.
Dimana Ia secara langsung mengajukan proposal bantuan bagi enam korban kebakaran di Aceh Tengah melalui skema dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syariah.
Langkah tersebut menegaskan bahwa kehadirannya dalam RUPS bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret memperjuangkan kepentingan masyarakat yang tengah membutuhkan.
Menurutnya, bantuan itu diharapkan tidak hanya meringankan beban korban, tetapi juga memperkuat hubungan antara lembaga keuangan daerah dan masyarakat.
“Harapan kita proposal ini bisa segera direalisasikan. Kita ingin kehadiran Bank Aceh Syariah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah,” ujar Haili Yoga.
RUPS yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk peningkatan kinerja perusahaan ke depan.
Namun bagi Aceh Tengah, langkah Haili Yoga membawa proposal bantuan ke forum tersebut menjadi pesan kuat bahwa kebijakan dan kepedulian harus berjalan beriringan bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata.
Redaksi
Tidak ada komentar