Salman Resmi Pimpin PDAM Tirta Tawar, HMI: Saatnya Menuntaskan PR Besar Pengelolaan Sumber Air

ADMIN
14 Okt 2025 16:21
BERITA 0 459
3 menit membaca

Takengon,SCNEWS.CO.ID  -Oktober 2025, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon,Bener Meriah menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Direktur baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tawar Aceh Tengah. Pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperbaiki tata kelola sumber daya air dan pelayanan publik yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.

 

Ketua Umum HMI Cabang Takengon–Bener Meriah, Afdhalal Gifari, menegaskan bahwa jabatan direktur PDAM memiliki tanggung jawab strategis dalam menjamin ketersediaan air bersih yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tengah.

 

“Kami mengapresiasi pelantikan direktur baru PDAM Tirta Tawar dan berharap kepemimpinan ini menjadi awal dari reformasi manajerial yang berorientasi pada pelayanan publik. Namun perlu diingat, masih banyak pekerjaan rumah yang menanti, terutama terkait optimalisasi sumber air dan sistem distribusi yang selama ini menimbulkan keluhan masyarakat,” ungkap Afdhalal dalam keterangan tertulisnya di Takengon, Senin (14/10).

 

Secara empiris, sejumlah persoalan yang selama ini mengemuka di tubuh PDAM Tirta Tawar mencakup ketidakstabilan suplai air, penurunan kualitas air yang kadang bercampur lumpur, serta penempatan infrastruktur yang berpotensi mencemari sumber air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama PDAM bukan hanya aspek teknis, tetapi juga manajerial dan tata kelola sumber daya yang kurang optimal.

 

Afdhalal menilai bahwa Aceh Tengah memiliki potensi hidrologi yang melimpah, baik dari danau, mata air pegunungan, maupun daerah tangkapan air lainnya. Namun potensi tersebut belum terkelola secara efisien untuk kepentingan publik.

 

“Sumber air di Aceh Tengah sangat kaya, tetapi masyarakat masih sering menghadapi masalah air bersih. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan sumber daya alam dengan kapasitas pengelolaannya. Direktur baru PDAM harus berani melakukan pembenahan sistemik, mulai dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, HMI menekankan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen, pengawasan internal, dan pengelolaan keuangan perusahaan daerah agar PDAM Tirta Tawar dapat bertransformasi menjadi lembaga pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.

 

Dalam konteks akademik dan kebijakan publik, keberhasilan PDAM bukan semata diukur dari rasio keuntungan, tetapi dari tingkat kepuasan masyarakat serta kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di sektor air bersih dan sanitasi.

 

 

 

Di akhir pernyataannya, Afdhalal menegaskan bahwa HMI akan tetap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis bagi pemerintah daerah dan PDAM dalam mengawal reformasi pelayanan air bersih di Dataran Tinggi Gayo.

 

“Ucapan selamat kami bukan sekadar simbol seremonial, tetapi bagian dari komitmen moral untuk memastikan perubahan nyata. HMI siap mengawal dan memberikan masukan konstruktif agar PDAM Tirta Tawar benar-benar menjadi perusahaan daerah yang melayani kepentingan masyarakat secara berkeadilan,” pungkasnya.

 

Rill

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *