
Takengon,SCNews.co.id. — Upaya tanpa henti Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menangani dampak bencana alam di Kecamatan Bintang mulai membuahkan hasil. Akses utama menuju kecamatan tersebut kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda empat, menandai berakhirnya keterisolasian wilayah yang sebelumnya terputus akibat longsor.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat tiga kampung yang belum sepenuhnya dapat diakses, yakni Kampung Serule, Kampung Atu Payung, dan Kampung Jamur Konyel. Ketiga desa tersebut masih dikategorikan terisolir karena badan jalan tertimbun material longsor. Saat ini, alat berat dan tim teknis terus bekerja untuk membuka jalur dan memulihkan konektivitas wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Bupati Aceh Tengah menyambangi Kampung Kelitu Sintep dan Kampung Sintep, lokasi pengungsian ratusan warga yang sebelumnya bertahan di Masjid Al-Mustaqim Kampung Kelitu Sintep. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Kampung Gegarang, guna memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian yang sama.
Berdasarkan pendataan sementara, bencana ini berdampak pada 135 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kelitu Sintep dengan 36 unit rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, di Kampung Sintep tercatat 70 KK terdampak dengan 3 rumah rusak, serta sejumlah warga di Kampung Gegarang yang juga terdampak.
Didampingi Ketua TP PKK Aceh Tengah, Risnawati, S.SIT, serta jajaran Kepala SKPK terkait, Bupati Haili Yoga menyerahkan langsung bantuan uang tunai untuk kebutuhan kebersihan rumah, serta bantuan sembako dan sandang pangan kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah masa pemulihan.
“Alhamdulillah, akses sudah terbuka dan hari ini kami bisa langsung turun ke lokasi. Pemerintah memastikan masyarakat tidak kekurangan. Stok beras aman, hari ini kami bawa satu ton beras beserta kebutuhan pokok lainnya,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga pemulihan menyeluruh. Rumah warga yang terdampak akan mendapatkan bantuan pembersihan, sementara pendataan lanjutan terus dilakukan untuk sektor perkebunan dan pertanian agar seluruh kerugian masyarakat tercatat dan mendapat penanganan yang adil.
Di bidang pendidikan, Bupati menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan aktivitas belajar mengajar sebagai bentuk ketahanan sosial masyarakat.
“Sekolah harus tetap berjalan, sore tetap mengaji. Kita tidak boleh berhenti karena bencana. Dalam kondisi seadanya, anak-anak tetap belajar,” tegasnya.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Tenaga kesehatan ditugaskan untuk terus berkeliling memantau kondisi warga, memastikan tidak muncul penyakit pascabencana. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat, dengan target penyelesaian sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Bagi warga yang tidak memiliki rumah, akan kita bangunkan huntara. Jika lokasi memungkinkan, kita bangun sementara agar masyarakat bisa tinggal dengan layak,” jelas Bupati.
Selain itu, pemerintah memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ditugaskan untuk mendata dan mengganti KTP warga yang hilang, sementara dokumen pendidikan seperti ijazah akan diurus langsung oleh Dinas Pendidikan.
Seluruh proses pendataan dilakukan oleh Reje kampung dan diketahui Camat setempat sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan yang transparan dan tepat sasaran.
Menutup kunjungannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berdiri bersama masyarakat dalam setiap kondisi.
“Jangan khawatir, pemerintah selalu hadir. Tetap bersatu, tetap semangat. Kita bangkit bersama, dan Aceh Tengah tidak akan meninggalkan warganya,” pungkasnya.
Rill
Tidak ada komentar