Tertahan 3 Tahun, Gaji Ratusan Petugas Kebersihan Aceh Tengah: Apakah Ada Udang Di Balik Batu ??.

ADMIN
16 Mar 2026 21:26
2 menit membaca

ACEH TENGAH, SCNews.co.id — Selasa 17 Maret 2026. Pristiwa tertahannya gaji petugas kebersihan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Tengah yang belum dibayarkan sejak Desember 2023 melahirkan sebuah misteri dan pertanyaan besar ?.

Selain menimbulkan keresahan di kalangan pekerja, persoalan ini juga memunculkan pertanyaan publik terkait siapa pihak yang bertanggung jawab atas tertundanya hak para pekerja tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah petugas kebersihan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 700 orang. Jika dihitung dengan rata-rata gaji sekitar Rp700 ribu per orang untuk satu bulan, maka total dana yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Situasi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, keterlambatan pembayaran tersebut telah berlangsung hampir tiga tahun tanpa kejelasan yang pasti.

Sejumlah pihak mulai mempertanyakan apakah gaji tersebut memang tidak sempat dibayarkan oleh pemerintah daerah pada periode sebelumnya, atau justru terdapat persoalan administrasi dan pengelolaan anggaran yang belum terungkap ke publik.

“Ini bukan jumlah kecil dan menyangkut hak ratusan pekerja yang setiap hari menjaga kebersihan kota dengan upah yang jauh di bawah UMR. Masyarakat wajar bertanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan anggaran itu,” ujar salah seorang pemerhati kebijakan publik di Aceh Tengah.

Di sisi lain, kondisi ini juga menimbulkan keprihatinan karena para petugas kebersihan merupakan garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota, terlebih menjelang momentum besar seperti Hari Raya Idulfitri di mana volume sampah biasanya meningkat.

Beberapa kalangan menilai pemerintah daerah perlu membuka secara transparan kronologi dan posisi anggaran tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si, dalam pertemuan sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dan menargetkan pembayaran dapat direalisasikan sebelum Hari Raya Idulfitri.

Meski demikian, para petugas kebersihan berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan. Mereka menilai keterlambatan yang terlalu lama telah menimbulkan beban ekonomi bagi para pekerja yang sebagian besar menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.

Sejumlah pihak juga mendorong agar persoalan ini tidak berhenti pada pembayaran semata, tetapi juga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di instansi terkait, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

 

Yusra Efendi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *