Warga Damaran Baru Trauma, Sungai Wih Gile Mengancam, Pemda Dinilai Abai.

ADMIN
10 Jan 2026 05:37
BERITA 0 694
3 menit membaca

Bener Meriah, SCNews.co.id — Ancaman banjir dari Sungai Wih Gile terus menghantui warga Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Hingga kini, sungai yang berada tepat di tengah permukiman warga tersebut masih dibiarkan dalam kondisi berbahaya, meski bencana hidrometeorologi telah berulang kali terjadi sejak akhir 2025.

Hal tersebut disampaikan tokoh pemuda Kampung Damaran Baru, Anggi Muhammad, Sabtu (10/1/2026).

Ia menilai Pemda terkesan lamban dan tidak menunjukkan sense of urgency terhadap ancaman yang secara langsung mengancam keselamatan warga.

“Sejak awal bencana hidrometeorologi melanda Aceh dan Sumatra pada akhir November 2025, belum ada langkah konkret dari Pemda Bener Meriah. Padahal, kondisinya semakin memburuk dan sangat berbahaya,” tegas Anggi.

Ia mengungkapkan, Sungai Wih Gile telah dua kali dilanda banjir susulan dalam waktu singkat. Banjir pertama terjadi pada 26 November 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, membawa material pasir, bebatuan, serta gelondongan kayu dari lereng Gunung Burni Telong ke badan sungai. Banjir susulan kembali terjadi pada 8 Januari 2026, mempertegas bahwa ancaman bencana masih nyata dan belum tertangani.

Namun ironisnya, hingga kini belum terlihat upaya normalisasi sungai maupun penguatan tanggul oleh instansi terkait.

Akibat banjir berulang tersebut, badan Sungai Wih Gile mengalami pendangkalan serius akibat timbunan pasir dan bebatuan.

Sementara itu, tanggul sungai kian menipis karena terus tergerus arus deras, menjadikan permukiman warga berada dalam situasi rawan dan berisiko tinggi.

“Jika hujan deras kembali turun, tanggul bisa jebol kapan saja. Air sungai akan langsung masuk ke rumah warga,” ujar Anggi.

Ia juga mengingatkan bahwa hulu Sungai Wih Gile bersumber dari lereng Gunung Burni Telong, kawasan yang selain rawan longsor juga berpotensi menjadi jalur lahar apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Kondisi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk bertindak cepat, bukan menunggu hingga bencana kembali menelan korban.

Anggi menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh lagi dianggap sebagai masalah rutin musiman, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan warga.

“Ini soal nyawa masyarakat. Pemerintah harus berhenti bersikap reaktif dan segera mengerahkan alat berat untuk menormalisasi sungai serta memperkuat tanggul yang sudah rusak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda Bener Meriah terkait langkah penanganan Sungai Wih Gile. Warga Damaran Baru berharap, peringatan ini tidak kembali diabaikan dan pemerintah segera hadir sebelum bencana yang lebih besar kembali terjadi.

 

(Iko)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *