
Aceh Tengah,SCNews.co.id. –9 Desember 2025, Warga Kampung Arul Latong, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan beras hingga terancam kelaparan. Kondisi ini terjadi lantaran hasil pertanian masyarakat disebut tidak laku dijual, sementara harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut melonjak tajam.

Reje (kepala desa) Arul Latong, Subhan, menyampaikan bahwa sejumlah warga telah melapor tidak lagi memiliki persediaan beras karena tidak mampu membeli. Menurutnya, kondisi ekonomi warga semakin memburuk akibat hasil panen mereka tidak terserap pasar.
“Beberapa warga sudah mengadu kepada saya bahwa mereka tidak memiliki beras. Mereka kesulitan membeli karena harga sangat mahal dan beras pun sulit ditemukan,” ujar Subhan.
Ia menambahkan bahwa masalah ini telah ia laporkan kepada pihak kecamatan, hingga kepada Bupati Aceh Tengah. Subhan juga mengaku sudah menyampaikan keluhan masyarakat kepada pihak Polres Aceh Tengah, yang menurutnya terlibat dalam pendistribusian beras di wilayah tersebut.
Subhan mengungkapkan sebagian warga terpaksa mencampur beras dengan jagung untuk sekadar bertahan hidup. Kondisi ini membuat pemerintah desa semakin khawatir apabila tidak segera mendapat intervensi dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Kami di pemerintahan desa sudah tidak sanggup melihat warga kami kelaparan. Banyak yang terpaksa mencampur beras dan jagung karena tidak ada pilihan lain,” ucapnya.
Menurut laporan warga, harga beras di Aceh Tengah kini mencapai Rp35.000–Rp40.000 per bambu, sementara bahan bakar minyak (BBM) dijual pada kisaran Rp75.000–Rp80.000 per liter. Meski demikian, barang kebutuhan pokok tersebut tetap sulit diperoleh.
Subhan berharap pemerintah daerah dan pusat segera memberikan bantuan darurat, terutama beras dan BBM, serta menata kembali sistem penjualan hasil panen masyarakat agar ekonomi warga bisa pulih.
“Hasil panen warga sudah sangat sulit dijual karena pembeli tidak mau membeli. Kami hanya bisa berharap bantuan pemerintah daerah maupun pusat. Jika situasi ini terus berlanjut, saya khawatir akan ada warga yang meninggal karena kelaparan,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah ikut menangani persoalan distribusi hasil pertanian agar harga kembali normal dan petani di Kampung Arul Latong dapat kembali memperoleh penghasilan yang layak.
Redaksi
Tidak ada komentar