Warga Linge Nyaris Putus Harapan: “Kematian Sudah di Depan Mata, Helipet Adalah Harapan Terakhir ”

ADMIN
2 Des 2025 14:01
PERISTIWA 0 242
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id – 2 November 2025, Ratusan warga di wilayah Linge, Aceh Tengah, menyampaikan jeritan hati yang menggetarkan nurani. Setelah lebih dari satu minggu terisolasi total akibat banjir bandang dan longsor, masyarakat di sana mengaku tidak lagi memiliki akses terhadap makanan, obat-obatan, maupun jalur evakuasi.

Kondisi ini diperparah dengan terputusnya seluruh akses darat menuju kawasan tersebut, membuat ribuan warga tidak dapat keluar maupun menerima bantuan melalui jalur darat.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan warga kepada relawan, mereka mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang sedang mereka hadapi.

“Kami berharap dengan adanya pembuatan helipad ini ada harapan kami untuk hidup nantinya. Karena kami sudah lebih seminggu tidak mendapatkan bantuan sebutir beras pun, dan tidak mendapatkan satu butir pil pun untuk menolong orang yang sakit akibat banjir,” ungkap salah seorang perwakilan warga.

Warga Linge menegaskan bahwa situasi mereka kini berada pada titik kritis. Anak-anak balita, ibu hamil, dan para lansia menjadi kelompok yang paling terancam. Sebagian warga dikabarkan mulai mengalami kelaparan berat, sementara beberapa lainnya sakit tanpa akses obat-obatan.

“Ketika kami hendak keluar dari Linge ini, jalan darat putus total. Tidak bisa kami lalui dengan cara apa pun,” lanjut warga tersebut.

Dalam kondisi serba buntu, masyarakat menyebut bahwa satu-satunya harapan mereka kini hanyalah pertolongan dari Tuhan dan pemerintah pusat, terutama Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

“Saat ini kami hanya memiliki dua harapan untuk hidup: pertama pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kedua kepada Bapak Prabowo. Jumlah warga yang terdampak di sini ratusan, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia. Kami merasa saat ini kematian sudah di depan mata.”

Satu-satunya cara untuk menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut adalah melalui udara. Warga sangat berharap pembangunan helipad darurat segera dilakukan agar helikopter dapat mendarat dan menyalurkan bahan pangan serta obat-obatan.

Hingga berita ini diturunkan, warga Linge masih bertahan dengan sisa bahan seadanya. Kondisi mereka dinilai sebagai salah satu krisis kemanusiaan paling berat dalam bencana Aceh Tengah tahun ini.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *