Ledakan Pasien di RSUD Datu Beru, Bupati Aceh Tengah Minta Pemerintah Aceh Segera Hidupkan Rumah Sakit Regional Pegasing.

ADMIN
31 Okt 2025 12:37
PEMERINTAH 0 451
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id. – Suasana RSUD Datu Beru Takengon mendadak ramai luar biasa, Kamis sore (30/10/2025). Ruang rawat inap penuh, lorong-lorong dipadati pasien, bahkan beberapa warga terpaksa mendapat perawatan di dalam mobil. Video kondisi ini viral di media sosial dan memantik keprihatinan publik sekaligus membuat Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, turun langsung meninjau situasi di lapangan.

Lonjakan pasien ini dipicu oleh merebaknya virus influenza A yang melanda kawasan dataran tinggi Gayo. Namun, menurut Bupati Haili Yoga, masalah utama bukan hanya soal wabah. Ada persoalan mendasar yang sudah lama menghantui dunia kesehatan di wilayah tengah Aceh: keterbatasan kapasitas rumah sakit.

 

“Hari ini kami melihat langsung kondisi pasien, bahkan ada yang harus dilayani di mobil. RSUD Datu Beru sudah overload. Pasien bukan hanya dari Aceh Tengah, tetapi juga dari Gayo Lues, Bener Meriah, dan Nagan Raya. Ini menandakan betapa mendesaknya kebutuhan fasilitas kesehatan baru di wilayah tengah,” ujar Haili Yoga dengan nada tegas namun penuh keprihatinan.

 

 

 

Bupati menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Laporan resmi juga sudah disampaikan kepada Menteri Kesehatan, Komisi IX DPR RI, hingga Gubernur Aceh. Harapannya satu: Rumah Sakit Regional Pegasing yang sudah lama direncanakan segera dioperasikan.

 

 

“Ini suara hati masyarakat dataran tinggi Gayo. Kami berharap dukungan penuh agar Rumah Sakit Regional Pegasing segera hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya,” tambah Haili Yoga.

 

 

 

Di tengah peninjauan, Bupati bahkan menghubungi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melalui sambungan WhatsApp untuk melaporkan kondisi terkini dan meminta dukungan logistik kesehatan. Langkah cepat itu mencerminkan kegelisahan daerah yang selama ini menjadi “penyangga” pelayanan kesehatan untuk empat kabupaten di kawasan tengah Aceh.

 

Masyarakat Gayo kini menatap ke Banda Aceh menanti keputusan cepat dari Gubernur Aceh. Sebab, Rumah Sakit Regional Pegasing bukan hanya simbol pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa banyak orang.

 

 

“Kami berharap perhatian serius dari pemerintah provinsi dan pusat. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal keselamatan masyarakat. Semoga Allah SWT memberikan jalan agar rumah sakit regional segera beroperasi dan masyarakat bisa mendapatkan layanan yang layak,” tutup Bupati Haili Yoga.

 

 

 

Kini, bola ada di tangan Pemerintah Aceh. Publik menunggu langkah konkret: kapan Rumah Sakit Regional Pegasing benar-benar dibuka? Karena setiap penundaan berarti menunda harapan ribuan warga dataran tinggi untuk mendapatkan hak kesehatan yang semestinya.

 

 

Rill

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *