Disdik Aceh Tengah Klarifikasi Soal SMPN 26 Takengon: Relokasi Sedang Diproses, Proposal ke Kemendikbud Disiapkan.

ADMIN
25 Apr 2026 15:23
DAERAH 0 111
2 menit membaca

 

Aceh Tengah, SCNews.co.id –25 April 2026. Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah menanggapi pemberitaan teekait kondisi siswa SMP Negeri 26 Takengon yang masih menjalani proses belajar mengajar di tenda darurat dan fasilitas umum di Desa Jamat, Kecamatan Linge.

Kasi Dikdas Dinas Pendidikan Aceh Tengah Nikmah Jannah saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kondisi siswa yang masih belajar di tenda memang benar adanya.

Hal itu terjadi karena sekolah saat ini harus direlokasi sementara pascabencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

“Benar, saat ini siswa SMPN 26 Takengon masih belajar di tenda karena harus dilakukan relokasi sementara,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama percepatan pembangunan sekolah sementara adalah belum tersedianya anggaran untuk pembelian lahan sebagai lokasi relokasi sekolah.

Meski demikian, pihaknya mengaku telah mengambil langkah lanjutan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk membahas kebutuhan biaya relokasi agar proses pembangunan ruang belajar dapat segera direalisasikan.

“Kami sudah melakukan komunikasi dan menindaklanjuti ini,akan tetapi masalah biaya untuk sekolah relokasi sedikit terkendala,pun demikian kami akan berupaya semaksimal mungkin dan akan menjadi relokasi dan pembangunan sekolah menjadi program prioritas. Saat ini proses pengusulan sedang berjalan ,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Bupati Aceh Tengah telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyusun proposal bantuan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) guna mempercepat penanganan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.

“Pak Bupati sudah menginstruksikan agar dibuat proposal ke Kemendikbud,Dan ini menjadi program sekala prioritas Bupati ” tambahnya.

Dinas Pendidikan berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah daerah, mengingat penanganan pascabencana membutuhkan proses, koordinasi lintas sektor, serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Sementara itu, para siswa dan tenaga pendidik di SMPN 26 Takengon tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan segala keterbatasan sambil menunggu realisasi relokasi dan pembangunan fasilitas sekolah yang lebih layak.

 

Yusra Efendi

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *