Krisis Pangan Memuncak, Warga Mulai Menjarah Alfamart dan Indomaret di Takengon

ADMIN
2 Des 2025 07:09
PERISTIWA 0 386
2 menit membaca

Takengon,SCNewd co.id. — Krisis pangan yang melanda Kabupaten Aceh Tengah mulai memicu tindakan nekat sebagian warga. Pada Senin, 1 Desember 2025, dua gerai minimarket waralaba di Kota Takengon menjadi sasaran penjarahan massa, sebuah indikasi bahwa tekanan ekonomi dan kelangkaan bahan pokok telah mencapai titik kritis.

Insiden pertama terjadi di gerai Alfamart kawasan Belang Kolak II, sekitar pukul 15.53 WIB. Sekelompok warga datang secara berkelompok dan langsung menggasak sejumlah barang kebutuhan pokok. Belum sempat situasi reda sepenuhnya, aksi serupa kembali terjadi pada Selasa malam, sekitar 22.30 WIB, di gerai Indomaret kawasan Kebayakan, tak jauh dari RSUD Datu Beru.

Menurut keterangan warga sekitar, penjarahan di Indomaret tersebut berlangsung lebih masif. Rak-rak barang pokok seperti mie instan,LPJ,gula, minyak goreng, hingga kebutuhan harian lainnya hampir seluruhnya ludes dibawa massa. “Hampir habis, tinggal rak kosong,” ujar seorang saksi yang melihat langsung kejadian.

Kedua aksi penjarahan ini diduga dipicu oleh semakin langkanya bahan pangan di pasaran pascabanjir dan longsor yang menutup akses logistik dari luar daerah. Harga beras dan kebutuhan pokok melonjak tajam, sementara pasokan terbatas, membuat sebagian warga putus asa dan mengambil langkah di luar kendali hukum.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pelaku penjarahan dan mengerahkan personel untuk memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan guna mencegah kejadian serupa terulang. Di sisi lain, pemerintah daerah didesak untuk segera menyalurkan bantuan pangan dan mengembalikan stabilitas distribusi bahan pokok agar situasi tidak semakin memburuk.

Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa krisis pangan yang melanda Aceh Tengah telah berdampak luas, bukan hanya mengganggu perekonomian, tetapi juga mulai mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.

Redaksi

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *