
Takengon, SCNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar kegiatan silaturahmi bersama seluruh wartawan,kegitan tersebut berlangsung di Gedung Umi Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu (18 Maret 2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Tengah ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers, sekaligus memperkuat kemitraan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menegaskan bahwa peran media sangat vital sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi publik. Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik, bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dari insan pers.
“Pemerintah tidak pernah bosan menerima kritik dan saran. Itu semua menjadi bagian penting dalam upaya kami membangun daerah ke arah yang lebih baik,” ujar Haili Yoga dengan santai diselingi canda.
Menurutnya, berbagai pemberitaan, baik yang bernuansa positif maupun negatif, merupakan konsekuensi yang harus diterima pemerintah. Ia menilai, kritik yang muncul justru menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.
“Setiap kelemahan yang mungkin memicu kritik atau bahkan pemberitaan negatif, kami anggap sebagai kekuatan untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu wartawan senior Gayo, Bahtiar Gayo, dalam kesempatan tersebut turut memberikan pandangannya terkait profesi jurnalistik. Ia mengawali pandangannya umumnya dengan mengutip surat Al Hujurat ayat 6 sebagai refensi jurnalis .adapun arti dari ayat tersebut, Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.
Ia menekankan bahwa menjadi wartawan bukanlah pekerjaan yang mudah, karena dituntut untuk terus belajar dan mampu menyajikan informasi secara akurat dan berimbang.
“Menjadi wartawan itu gampang-gampang susah. Kita sering dihadapkan pada persoalan krusial, sehingga diperlukan investigasi mendalam agar berita yang disajikan tidak menyudutkan salah satu pihak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan, agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Menulis berita harus berimbang dan tidak boleh menjadi alat yang justru merugikan orang lain, apalagi sampai membantu pihak-pihak yang melakukan kesalahan,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan media, guna mendukung pembangunan Aceh Tengah yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
Yusra Efendi
Tidak ada komentar