Kapolda Aceh Dampingi Kapolri di Dua Tempat Berbeda dalam Satu Hari Pascabencana

ADMIN
12 Des 2025 02:04
TNI POLRI 0 305
3 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id. – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau dua wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh—Aceh Tamiang dan Aceh Tengah—dalam satu hari pada Kamis, 11 Desember 2025. Kunjungan beruntun ini menegaskan komitmen Polri dalam memastikan percepatan penanganan darurat serta pemulihan layanan dasar masyarakat pascabencana.

Kunjungan pertama dilakukan di Aceh Tamiang, wilayah yang dilanda banjir dan menyebabkan ribuan warga mengungsi. Kapolda Aceh dan Kapolri meninjau langsung lokasi pengungsian, sekolah, masjid, serta Mako Polres Aceh Tamiang.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolri memeriksa kesiapan posko darurat, layanan kesehatan, serta ketersediaan logistik. Kapolri juga menyempatkan diri makan di dapur umum Polri untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada warga.

Kapolda Aceh menyampaikan bahwa Kapolri turut berinteraksi dengan para pengungsi untuk mendengarkan keluhan serta mengecek fasilitas pendukung seperti tenda, sanitasi, dan area istirahat.

Kapolri juga meninjau kegiatan trauma healing bagi anak-anak, memastikan kesiapsiagaan personel, serta memantau kelengkapan peralatan tanggap darurat seperti mesin air, water treatment, dapur lapangan, dan genset.

Selain menyerahkan bantuan secara simbolis, Kapolri memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja dalam evakuasi warga, distribusi bantuan, dan pengamanan wilayah terdampak banjir.

Usai dari Aceh Tamiang, Kapolri dan Kapolda Aceh bergerak menuju Aceh Tengah, wilayah lain di Provinsi Aceh yang terdampak longsor. Setibanya di Bandara Rembele, Bener Meriah, Kapolri langsung berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga untuk merumuskan langkah penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dalam tinjauan lapangan, Kapolri menyoroti dua isu utama. Pertama, percepatan pembukaan akses jalan dan jembatan yang terputus akibat longsor. Kapolri berharap jalur darat dapat segera dibuka agar distribusi logistik tidak hanya bergantung pada jalur udara.

“Kedaruratan ini perlu jalur darat. Mudah-mudahan akses jalur darat segera terbuka dan distribusi tidak hanya melalui udara,” tegas Kapolri.

Isu kedua adalah kelangkaan gas elpiji, yang memaksa warga memasak dengan kayu bakar. Saat meninjau dapur umum Polri di Masjid Al-Abrar, Kapolri menekankan pentingnya suplai gas untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat.

Bupati Aceh Tengah menjelaskan bahwa banyak wilayah masih terisolir sehingga logistik dan BBM sangat terbatas. Kapolres Aceh Tengah menambahkan bahwa karakteristik bencana di wilayahnya berbeda dari Aceh Tamiang, di mana longsor menjadi ancaman utama.

Kapolri kemudian meninjau Posko Pengungsian di Masjid Besar Al-Abrar yang menampung 426 warga. Dalam kesempatan itu, Kapolri berinteraksi dengan warga dan memberikan semangat kepada anak-anak.

Bantuan penting turut diserahkan, terdiri atas 300 paket sembako, 300 selimut, delapan dus obat-obatan, 150 mainan anak, serta dua truk logistik pendukung.

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Kapolri menekankan pentingnya rekonstruksi serta membuka opsi relokasi bagi warga yang rumahnya rusak berat. Pendataan menyeluruh sedang dilakukan oleh Polri, TNI, BNPB, dan pemerintah daerah.

Turut mendampingi Kapolri dalam kunjungan tersebut:

– Ketum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo

– Dankorbrimob Polri Irjen Ramdani Hidayat

– Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan

– Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana

– Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah

– Karomulmed Divhumas Polri Brigjen Ade Ary Syam Indradi

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kapolri beserta jajaran dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *