
Takengon,SCNews.co.id – Tanggapi pro dan kontra wacana pacuan kuda oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sarankan Pemkab Gelar Public Hearing.
Hal ini disampikan langsung Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda. IB, melalui pers rilisnya yang diterima Lintasgayo, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, Public Hearing menjadi penting untuk menyelaraskan pendapat apakah gelaran pacuan kuda tersebut bisa dilaksanakan atau lebih baik ditunda atas pertimbangan penanggulangan bencana.
“Agar semua nyaman, buat saja dialog atau Public Hearing. Hadirkan pihak-pihak, agar selaras. Jangan benturkan budaya dengan penanganan bencana,” ujarnya.
Saparuda menambahkan, GMNI berharap Dinas Pariwisata sebagai leading sektor pelaksanaan event tersebut dapat sedikit mengalah dengan memfasilitasi public hearing tersebut.
“Supaya Balance dan event pacuan kuda dapat berjalan baik dan dinikmati oleh masyarakat dari semua kalangan,” ucapnya.
“Supaya enggak ribut di media, malu kita,” pungkas Saparuda.
Redaksi
Tidak ada komentar