Dusun 8 Belang Jorong Paya Kolak Masih Terisolir, Relawan dan Aparat Berjuang Salurkan Logistik

ADMIN
9 Jan 2026 03:08
PERISTIWA 0 306
2 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id.  — Hingga Kamis (8/1/2026), Dusun 8 Belang, Jorong Kampung Paya Kolak, masih berada dalam kondisi terisolir akibat akses jalan utama yang tertutup material longsor. Ruas jalan yang sempit dan berlumpur membuat kendaraan sulit melintas, sehingga proses penyaluran bantuan kemanusiaan berjalan penuh tantangan.

 

Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong tak pernah surut. Tim Kolaborasi Relawan Gayo bersama Relawan Komunitas Landlover Bandung, anggota Brimob, personel TNI, serta masyarakat setempat bahu-membahu membantu kendaraan yang membawa bantuan logistik agar dapat menembus jalur yang tertimbun longsor.

Beberapa titik bahkan mengharuskan bantuan dipindahkan secara manual demi memastikan logistik tetap sampai ke tangan warga.

Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor menjadi hambatan utama distribusi bantuan. Tanah labil dan bebatuan besar masih menutup sebagian badan jalan, membuat akses ke Dusun 8 Belang sangat berisiko, terutama saat hujan turun.

Kepala Kampung Belang Jorong, Azzam, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera menurunkan alat berat ke lokasi. Menurutnya, kehadiran alat berat sangat dibutuhkan untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan secara permanen.

“Kalau hanya mengandalkan tenaga manual, prosesnya akan sangat lama. Kami berharap ada dukungan alat berat agar jalur ini bisa segera dibuka dan aktivitas warga kembali normal,” ujar Azzam.

Pada Kamis (8/1/2026), sebanyak 1.500 kilogram logistik berupa kebutuhan pokok berhasil disalurkan kepada masyarakat Dusun 8 Belang. Bantuan tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan warga selama kurang lebih satu bulan ke depan, di tengah kondisi keterisolasian yang masih mereka alami.

Perjuangan relawan, aparat keamanan, dan masyarakat ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas kemanusiaan di tengah bencana. Namun demikian, percepatan penanganan infrastruktur tetap menjadi kunci agar warga Dusun 8 Belang tidak terus hidup dalam keterbatasan akses dan ketidakpastian.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *